Harian Umum Radar Karawang
Sehari 166 Warga Memohonkan KTP ke Disdukcapil
Sun, 24 Jun 2018 10:00:00 +0000
KARAWANG, RAKA - Menjelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 27 Juni mendatang, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcatil) mengingatkan supaya masyarakat yang belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) segera mengurusnya langsung ke kecamatan masing-masing.

"Pada 27 Juni mendatang saat berlangsung Pilkada nanti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil tidak libur tetapi akan standbay disetiap kecamatan dan kita akan intruksikan buat teman-teman perekaman KTP agar tidak libur disetiap Kecamatan," ucap Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Yudi Yudiawan Jumat (22/6) usai olahraga di lapangan Karangpawitan.

Diakui Yudi, sampai saat ini masyarakat yang datang untuk melakukan permohonan dokumen kependudukan selalu membeludak. Dia mencontohkan pada awal dibukanya pelayanan pada 21 Juni kemarin, kantor dinas itu kebanjiran pengunjung. "Yang melakukan perekaman disatu harinya sampai pada angka 166 orang," ujarnya.

Pihaknya akan terus berusaha yang terbaik memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga kedepan dengan dikabarakan masih adanya alat rekam yang ada disetiap Kecamatan yang telah tidak terpakai saat ini pihaknya sudah menggantinya dengan yang baru, sehingga sudah dipastikan saat pelaksanaan nanti tidak ada lagi kendala di lapangan. "Pengadaan alat rekam kita sudah distribusikan, tetapi tidak semuanya dapat. Sebab kita melihat dari data yang masuk untuk yang mengalami kerusakan saja," ucapnya.

Dikatakan Yudi juga, jika dirinya mengakui selain melakukan perekaman KTP di setiap Kecamatan di wilayah karawang, saat ini Disdukcarpil juga fokus pada pelayanan yang ada di Lapas Karawang. "Pelayanan saat ini kita lakukan juga di lapas. Hal ini kita lakukan untuk dapat mensukseskan pemilihan gubernur dan wakil gubernur," ucapnya.  (apk)


Cari Uang Jajan, Pulang Sekolah Jadi Juru Parkir
Sun, 24 Jun 2018 09:30:00 +0000
KARAWANG, RAKA- Tidak semua juru parkir yang biasa mengatur lalu lintas di perlintasan jalan meresahkan, banyak juga yang benar-benar mengatur lalu lintas hingga dapat memperlancar arus lalu lintas. Hal tersebut terjadi di Jalan baru Tanjungpura-Klari, tepatnya di perlintasan Lamaran.

Dikatakan salah satu juru parkir yang juga sebagai seorang salah satu siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang enggan disebutkan namanya, dirinya menjaga perlintasan jalan Lamaran dan menjadi juru parkir memang benar-benar untuk mengatur lalu lintas. Selebihnya uang yang ia terima digunakan untuk jajan sekolah. "Kalau ada yang ngasih ya terima, gak juga gak apa-apa dan gak pernah maksa," katanya, kepada Radar Karawang.

Dirinya mengaku jika mengatur jalan tersebut dilakukan, ketika pulang sekolah dan bergantian dengan temannya yang berjumlah 3 orang. "Saya baru kelas satu, kalau masuk pagi saya jaga siang, kalau masuk siang sebaliknya, gantian sama teman saya," ucapnya.

Salah satu pengendara yang kebetulan melintas dan hendak ngopi di warung, Buldani (29) menyebutkan, jika juru parkir di perlintasan jalan memang sangat terasa manfaatnya. Karena sangat membantu pemgendara untuk melintas. "Tenaga mereka sangat di rasakan oleh pengendara, bisa membantu pengendara untuk melintas," katanya.

Apalagi setelah dirinya mengetahui status mereka yang masih pelajar, yang rela berpanas-panasan hanya untuk menambah yang jajan. "Patut di apresiasi, karena mereka masih pelajar seharusnya bergelut demgan pelajaran. Tapi saat ini harus bergelut dengan teriknya panas matahari dan bahaya yang mengancam," ungkapnya. (rok)
Forum PKBN Minta SMA Terbuka Dievaluasi
Sun, 24 Jun 2018 09:00:00 +0000
CILAMAYA KULON, RAKA - Pasca Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun lalu, hampir semua SMA Negeri jor-joran membuka kran pendaftaran siswa baru dengan label SMA terbuka. Melalui label itu lulusan SMP usia 16-21 tahun berpeluang mendaftar di SMA induk yang kegiatan KBM nya di gelar di Tempat Kegiatan Belajar (TKB).

Selain disindir SMA/SMK Swasta karena dianggap serakah, Forum Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang konsen pada pendidikan non formal seperti Paket C, juga meminta pembukaan SMA terbuka di tahun ajaran ini dipertimbangkan ulang. "Kalau bisa dipertimbangkan ulang kenapa tidak fokuskan ke layanan lembaga pendidikan yang lebih dulu ada," ucap Ketua Forum PKBM Karawang Heru Saleh S.Pd, Jumat (22/6).

Dikatakan Heru semakin banyak lembaga layanan pendidikan baginya justru semakin bagus. Hanya saja, membuka SMA terbuka pasca PPDB diakuinya perlu dipertimbangkan ulang, karena ada baiknya konsen pada lembaga pendidikan yang sudah ada lebih dulu. Walaupun non formal seperti PKBM yang selama ini fokus menggarap program Paket C. Disisi lain, pemerintah harus samakan perhatiannya antara pendidikan formal dengan non formal.

Tidak boleh ada istilah perbedaan atau membeda-bedakan, baik dari sisi sarana hingga kesejahteraannya, apalagi PKBM ini lembaga yang lebih dulu ada yang harus dimaksimalkan, kalau semuanya bagus dan merata, ia yakin IPM Karawang juga meningkat.

Heru menambahkan, sejauh ini PKBM optimis melayani warga yang memang jarang tersentuh, karena sudah terbukti memberikan kontribusi mencerdaskan baik melalui pendidikan maupun ekonomi. Semoga saja, sekurang-kurangnya, perhatian untuk tidak membedakan -bedakan pendidikan formal dan non formal ini bisa direalisasikan optimal. "PKBM sudah memberikan kontribusi bagi pendidikan dan ekonomi masyarakat, jadi jangan ada perbedaan layanan," katanya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Cilamaya R Eman Sulaeman M.Pd mengatakan, pasca PPDB diakuinya, ada kemungkinan SMA terbuka dibuka lagi pendaftarannya, itupun bagi yang memiliki TKB aktif, karena ada juga TKB yang gak aktif karena tidak ada siswanya. Hanya sekolah-sekolah tertentu saja yang punya siswa banyak yang masih aktif TKB nya, kebetulan di SMA Cilamaya tidak ada dan tidak akan membuka SMA terbuka. "Pendaftaran SMA terbuka bisa ada lagi, itupun bagi TKB yang masih aktif," ucapnya. (rud)

Masyarakat Karawang Peduli Pemilu Ajak Nyoblos
Sun, 24 Jun 2018 08:30:00 +0000
PURWASARI, RAKA - Pemungutan suara pemilihan gubernur Jawa Barat hanya tinggal menghitung hari. Berbagai komponen masyarakat mulai mengkampanyekan agar menyalurkan hak suaranya pada pelaksanaannya nanti.

Baru kemarin ajakan ayo nyoblos dilakukan oleh PAC Pagar Nusa Klari, kini giliran Komunitas Masyarakat Karawang Peduli Pemilu melakukan kampanye akan pentingnya menyalurkan hak pilih dalam pemilihan gubernur Jawa Barat.

"Kami sengaja menggelar halal bil halal di sini (Purwasari), sekaligus mengajak anggota untuk menyalurkan hak suaranya," ujar Kordinator Komunitas Masyarakat Karawang Peduli Pemilu, Udin Suparman, di lingkungan pohon miring Purwasari, kepada Radar Karawang, Jumat (22/6).
Menurutnya, jangan sampai menyianyiakan momen yang paling berarti dalam keberlangsungan Jawa Barat lima tahun ke depan. Karena siapa yang menang dalam pilkada akan memimpin roda pemerintahan Jawa Barat.

Sebagai provinsi yang berdekatan langsung dengan Ibukota Indonesia, Jawa Barat memiliki peran penting dalam meningkatkan berbagai sektor pembangunan. Mulai dari perekonomian, pendidikan kesehatan termasuk ekonomi. Oleh karenanya, warga Jabar khususnya Karawang tidak boleh melepaskan momen penting ini begitu saja. "Sebagai warga yang baik, harus ikut serta dalam menentukan pemimpinnya," katanya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, banyaknya angka golpun akan membuat warga menyesal saat kondisi Jawa Barat mengalami ketidak baikan dalam roda pemerintahan dan pembangunannya. Agar tidak ada penyesalan di kemudian hari, maka tidak ada kata lain selain datang ke TPS pada tanggal 27 Juni mendatang. "Kalau kita sebagai warga Jawa Barat saja tidak peduli, maka siapa yang akan peduli," ujarnya.

Saat disinggung mengenai pilihan atas kandidat yang ada, Udin menyampaikan, dalam ajakan untuk menyalurkan hal pilih sebenarnya dipersilahkan untuk memilih sesuai dengan hati nurani masing-masing. Tetapi secara pribadi, dirinya memilih kadidat yang diusung oleh PDI Perjuangan. Adapun alasannya adalah karena dia akan maju dalam pileg 2019 mendatang dari partai yang dipimpin oleh Megawati Sukarno Putri itu. "Kalo saya pilih kandidat dari PDI Perjuangan," ujarnya singkat. (zie)
Warga Cikampek Timur Siskamling Bareng Polisi
Sun, 24 Jun 2018 08:00:00 +0000
CIKAMPEK, RAKA - Arus balik Lebaran mendekati akhir, warga pun sudah mulai melakukan rutinitas seperti biasas. Karena menjadi kecamatan yang diincar para pendatang, jajaran pihak kepolisian pun sudah mulai melakukan penjagaan disetiap sudut-sudut desa.

Seperti yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Cikampek Timur Brigpol Ega E. Permana pada Jumat dini hari. Setiap warga yang melakukan ronda diberi pengarahan agar lebih serius menjaga keamanan lingkungan pasca Lebaran terutama jelang pilkada. "Kami selaku kepolisian menghimbau warga agar senantiasa jaga kondusifitas, jangan terpancing isu sara dan informasi bohong," ujar Kapolsek Cikampek Kompol Sukirno.

Dia juga meminta agar warga bisa menyukseskan pesta demokrasi yang akan digelar pada tanggal 27 Juni mendatang dengan menyalurkan hak suara sesuai dengan keinginan hati masing-masing. "Mari bersama sukseskan pelaksanaan pesta demokrasi agar Kabupaten Karawang senantiasa aman dan kondusif," pintanya.

Ketua Karang Taruna Cikampek, Jayadi menyampaikan, pasca Lebaran, aktivitas warga kembali normal. Bahkan cenderung lebih tinggi dari sebelum memasuki bulan puasa lalu. Hal ini dikarenakan Cikampek banyak kedatangan warga dari luar untuk mencari pekerjaan. "Sudah biasa, jumlah penduduknya pasti bertambah kalo setelah Lebaran, keamanannya juga harus lebih ditingkatkan," ujarnya. (zie)
Proses Pembuatan e-KTP Dikeluhkan
Sun, 24 Jun 2018 07:30:00 +0000
PURWAKARTA,RAKA- Warga Kelurahan Sindangkasih, keluhkan pelayanan pencatatan sipil di Kecamatan Purwakarta yang dibawahi oleh kordinator wilayah kecamatan untuk pencatatan sipil. Menurut pria yang bernama Mohamad Aripin menuturkan, dia ingin membuat e-KTP lagi karena hilang.

"Baru ke sini lagi, untuk membuat e-KTP karena yang lama hilang. Pas datang hanya diberikan surat keterangan itu pun belum ditandatangani oleh pihak disdukcapil. Jadi,  harus balik lagi ke disdukcapil untuk minta tanda tangan, lalu diserahkan kembali ke korwil," terang dia, kepada wartawan.
Ia juga menilai, kehadiran kordinator wilayah di kecamatan tersebut jadi membingungkan. "Harusnya kordinator wilayah, jadi memudahkan proses pembuatan. Ini malah dilempar ke sana lempar ke sini, kan susah jadinya," papar dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, kalau memang kordinator wilayah tugasnya hanya merekap data awal yang masuk untuk membuat KTP, lebih baik diterangkan dulu kepada masyarakat supaya tidak membingungkan. "Kalau tak bisa bikin KTP langsung di sana, harusnya diberitahu masyarakat itu. Supaya tidak dibuat mondar-mandir ngurus izinnya," pungkasnya. (ris)
Tol Cipali Minim Toilet Umum
Sun, 24 Jun 2018 07:00:00 +0000
PURWAKARTA, RAKA– Arus balik mudik lebaran 2018 akan segera berakhir, pemudik diperkirakan sudah hampir semuanya kembali ke kotanya dan memulai beraktifitas kembali. Namun, sejauh ini ada catatan yang perlu dibenahi untuk perbaikan pelayanan arus mudik dan arus balik kedepan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian, beberapa kali melakukan pemantauan langsung ke lapangan dan mengunjungi Pos Terpadu Cikopo, Purwakarta untuk mengantisipasi gangguan arus balik di jalur Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jakarta. Tito mengatakan di wilayah Jawa Barat ada beberapa hal yang pataut menjadi perhatian. Diantaranya kurangnya toilet bagi pemudik di Tol Cipali. “Tidak hanya Tol Cipali, disepanjang jalur Tol disetiap rest area ditambah toilet,” ujarnya.

Tak hanya itu, Tol Cikampek khususnya di Cikarang Utama juga tak lepas dari perhatian. Menurut Tito daerah tersebut akan menjadi tempat bertemunya kendaraan dari Tol Purbaleunyi sampai dengan Cipali dan masuk ke Cikarang Utama. “Kita tidak bisa menyakinkan 100 persen puncaknya pukul berapa dan dimana karena semuanya tergantung situasional, namun titik-titik rawan sudah kita indentifikasi termasuk dari daerah jalur selatan Tasik menuju Bandung,” ujarnya.

Sementara untuk daerah Banter dan Jakarta titik rawan kemacetan akan terjadi dari Merak menuju Jakarta. Pintu Tol Keranggan menjadi pintu tol penting, sebab saat ini arus kendaraan mulai masuk. Tito juga mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai pintu Tol Kebun Jeruk dan pintu yang masuk ke dalam jalan layang dalam kota di daerah Kemang. “Yang lain juga kita antispiasi adalah lonjakan penumpang menggunakan transportasi udara Bandara Soekarno Hatta, sebab itu akan berakibat terhadap Tol Bandara Soekarno Hatta yang bisa padat, kita waspadai disetiap pintu agar arus lancar termasuk Stasiun dan Pelabuhan juga kita waspadai,” pungkasnya.(pjs/rk/gun)

Tambah Ilmu Pererat Silaturahmi
Sun, 24 Jun 2018 06:30:00 +0000
KARAWANG, RAKA - Selain menambah wawasan, ternyata belajar bersama dengan saudara dapat menjalin tali silaturahmi, sehingga bisa memperkuat persaudaraan, hal itulah yang dirasakan sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wancimekar 1 Kotabaru.

Zaskia Aira Agustina, siswi kelas III SDN Wancimekar 1 Kotabaru mengatakan, setiap hari libur sekolah, dirinya selalu meluangkan waktu dengan belajar bersama saudaranya. "Kalau hari libur sekolah aku suka belajar bareng," ucapnya, kepada Radar Karawang, Jumat (22/6) kemarin.

Ia mengaku, dengan melakukan belajar bersama, bukan hanya wawasan yang bertambah, kedekatan emosional antar saudara pun semakin bertambah, sehingga tali persaudaraan semakin kuat. "Jadinya, Kami juga jadi lebih dekat lagi sama saudara aku," akunya.

Hal serupa dengan siswa lainnya, Yulia Anggraini, siswi kelas VI SDN Wancimekar 1 Kotabaru mengaku, setiap hari libur sekolah, dirinya selalu melakukan belajar bersama dengan saudaranya. Menurutnya, hal itu sangat bermanfaat. "Bukan hanya wawasan yang bertambah, kami juga jadi tambah akrab lagi, dengan belajar bersama ini," akunya,(acu)
Libur Sekolah Belajar di Rumah
Sun, 24 Jun 2018 06:00:00 +0000
KARAWANG, RAKA - Tidak semua siswa mengisi hari libur sekolah dengan belajar, hal itu berbeda dengan Siti Anisa, siswi kelas IX Madrasah Tsanawiyah Al Falah Kotabaru. Dia selalu memanfaatkan waktunya dengan kegiatan positif. Dengan demikian, maka wawasan akan semakin bertambah, sehingga mampu membantu dalam mencapai keinginannya menjadi siswa berprestasi.
"Walaupun libur sekolah bukan menjadi alasan untuk libur belajar juga," ucapnya, kepada Radar karawang, Jumat (22/6) kemarin.

Baginya, belajar merupakan salah cara untuk menambah wawasan. Dengan demikian, maka dapat memudahkan dalam mencapai keinginannya menjadi siswa berprestasi di sekolah. "Supaya pinter aja, makanya aku selalu belajar di rumah," akunya.

Dengan rutinatas yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-harinya. Ia berharap, apa yang menjadi keiginannya bisa tercapai. Sehingga bisa membahagiakan orang tua. "Semoga aja, nantinya aku bisa menjadi juara kelas. Amin," harapya.

Ia mengaku, ada hal yang berbeda dengan dirinya setelah melakukan rutinitas tersebut. "Alhamdulillah, sekarang wawasan aku jadi semakin bertanbah," akunya.(acu)
Berdiri 7 Tahun Lalu Semakin Digemari
Sun, 24 Jun 2018 05:30:00 +0000
KOTABARU, RAKA - Bagi anda yang ingin mencari menu makanan yang enak dan lezat serta ekonomis, datang saja ke rumah makan Ayam Bakar Khas Solo di Kampung Kalioyod, Desa Wancimaker, Kecamatan Kotabaru. 

Pemilik Rumah Makan Ayam Goreng Khas Solo Slamet Prayitno mengatakan, setiap orang pasti ingin mencari keuntungan dan memberikan manfaat kebada banyak orang saat membuka usaha kuliner. Hal itu serupa dengan dirinya. "Selain mencari keuntungan untuk menafkahi keluarga, saya juga ingin membantu orang yang mencari menu makanan, makanya saya buka usaha ini," ucapnya kepada Radar karawang, Jumat (22/6) kemarin.


Ia menambahkan, tempat usahanya itu sudah berdiri dari tahun 2011. Berkat kerja keras yang dimilikinya, rumah makannya mampu bersaing dengan rumah makan lain, sehingga bisa bertahan sampai sekarang ini. "Alhamdulillah, rumah makan ini sudah berdiri sudah 7 tahun," tandasnya.
Keuntungan yang didapat, kata Slamet, cukup lumayan. Dalam satu hari omset kotornya bisa mencapai Rp 700 ribu sampai Rp 1 juta. "Kalau bersihnya Rp 150 ribu sampai Rp 1 juta," tuturnya.


Menurutnya, hal itu menggambarkan eksistensi rumah makan tersebut diakui oleh masyarakat sekitar. Karena menunya selalu terjual setiap hari. "Dalam satu harinya bisa mencapai 70 sampai 100 tusuk ayam goreng dan ayam bakar yang terjual," akunya.


Ia mengaku, bukan hanya ayam goreng dan ayam bakar saja yang dijual di rumah makan tersebut. Soto Ayam dan menu minuman berupa es jeruk, es campur, jus es teh. Untuk berbicara rasa dan harga, sangat cocok dengan konsumen. "Rasanya enak dan lezat serta ekonomis. Jadi sangat cocok untuk para konsumen. Rumah makan ini mulai buka dari jam 11 siang WIB sampai 22 WIB," akunya. (acu)
Ayam Bakar Khas Solo
Sun, 24 Jun 2018 05:00:00 +0000
Gurih Bikin Nagih


KOTABARU, RAKA - Gurih. Bikin nagih. Itu kesan pertama para pengunjung rumah makan Ayam Bakar Khas Solo di Kampung Kalioyod, Desa Wancimaker, Kecamatan Kotabaru. Maka tak heran jika rumah makan yang sudah berdiri selama 7 tahun itu selalu ramai dikunjungi pecinta kuliner terutama pada jam-jam makan.

"Menu Makanan yang ada di rumah makan ini, rasanya enak banget dan susasana tempatnya nyaman," ujar Pemilik Rumah Makan Ayam Goreng Khas Solo Slamet Prayitno menirukan tanggapan pelanggannya.

Hal lain yang membuat pelanggan merasa puas makan di rumah makan tersebut adalah menu yang dipesannya itu, sangat cocok dengan selera pelanggan, sehingga lidah tidak harus melakukan penyesuaian lagi saat makan.

Menu yang tersedia, ayam bakar Rp 9 ribu, ayam goreng Rp 9 ribu, es campur Rp 9 ribu, jus Rp 8 ribu, es jeruk Rp 4 ribu, soto ayam Rp 8 ribu. "Rasanya sangat cocok di lidah, soalnya dagingnya gurih dan lezat dan sambelnya enak banget," katanya.

Ia menyampaikan, bagi para konsumen yang ingin merasakan makanan enak dan lezat, tidak usah pergi keluar kota, datang saja ke rumah makannya. Buka setiap hari, mulai dari jam 11 siang WIB sampai sepuluh malam. Karena banyak berbagai menu masakan yang bisa memanjakan dan memuaskan para pengunjung. "Bagi anda yang ingin merasakan makan enak dan lezat datang saja ketempat ini, karena tempat ini bisa membuat hati konsumen menjadi puas, dengan menu makanan yang sudah disediakan," pungkasnya.(acu)
Pemilihan BPD Sudah Tahap Pemberkasan
Sat, 23 Jun 2018 12:30:00 +0000
PURWASARI, RAKA - Setiap desa saat ini sudah mulai menjalankan tahapan pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Begitu juga di Purwasari, saat ini sudah memasuki tahapan penjaringan di masing-masing desa yang ada di kecamatan tersebut.

"Masih pemberkasan persyaratan sampai tanggal 11 Juni 2018," ujar Kasi Pemerintahan Kecamatan Purwasari Syahrul Hafidz, kepada Radar Karawang, Jumat (22/6).

Oleh karenanya, dalam tahapan ini, dia berharap bisa berjalan dengan baik bahkan sampai terpilihnya BPD di setiap desa yang ada di Purwasari. Sejauh ini proses penjaringan tidak ada kendala dan bisa berjalan dengan baik. "Semuanya sudah di jadwal," ujarnya.

Salah satu desa yang terlihat sibuk menjalankan proses pemilihan BPD adalah Desa Purwasari, bahkan pada bulan Ramadan lalu, kepanitiaan sudah mulai dibentuk. Untuk jumlah BPD sendiri Desa Purwasari memilih opsi maksimal yaitu 9 orang. Hal itu berbeda dengan periode sebelumnya yang mencapai 11 orang.

Panitia Pemilihan BPD Purwasari Jaka Bari menyampaikan, panitia 11 sudah dibentuk. Panitia sudah mulai menjalankan tugasnya sesuai tahapan yang ada. "Masing-masing kadus mengumumkan kepada warga terkait pendaftaran BPD. Sekarang sudah masuk tahap penjaringan calon," kata Jaka yang pernah menyampaikan kepada Radar Karawang.

Dia menyampaikan, proses penjaringan dilakukan dimasing-masing dusun bahkan sampai proses musyawarah dusun (Musdes) untuk memilih siapa yang berhak menduduki posisi BPD. "Nanti kami panitia terima sudah ada hasilnya," ujarnya.

Di Purwasari sendiri, sebelumnya jumlah BPD ada 11 orang, namun karena aturan saat ini maksimal adalah 9 orang dan minimal 5 orang. Karena di Purwasari ada 6 dusun, maka ada tiga dusun yang kebagian dua orang BPD, sementara tiga dusun lainnya hanya satu orang BPD. "Untuk dusun yang membutuhkan dua orang BPD adalah Dusun V Pagadungan, Dusun II Sadang dan  Dusun VI Panorama, ini berdasarkan jumlah penduduk yang lebih banyak," terangnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, untuk persyaratannya sendiri pendidikan minimal SMP, usia minimal 20 tahun, tidak menjabat BPD tiga kali. Dia berharap, siapapun yang terpilih menjadi BPD, nantinya bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan bisa membantu pembangun Desa Purwasari untuk lebih maju lagi. "Semoga hasilnya yang terbaik, dan bisa membawa kebaikan untuk Desa Purwasari," pungkasnya. (zie)
Ada Tugu Singapore di Purwasari
Sat, 23 Jun 2018 12:00:00 +0000
PURWASARI, RAKA - Anda belum pernah ke Singapore ? nampaknya tidak usah jauh-jauh kalo hanya untuk belihat tugu khas Singapore saja. Pasalnya di Purwasari tepatnya di Kampung Pagadungan, Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari terdapat tugu yang menyerupai tugu Singapore.
Saat ini, tugu Singapore yang dibangun di tengah danau itu sedang ramai diperbincangkan oleh warga sekitar. Bahkan sudah banyak warga yang berkunjung ke tempat tersebut.

"Dulu demam pohon miring di Purwasari, kini ada Singapore mini di Purwasari, mulai ramai dikunjungi warga juga," kata warga Purwasari Agus Ridwan, kepada Radar Karawang, Jumat (22/6).
Dia menyampaikan, Singapore mini itu berada di atas lahan milik seseorang. Awalnya dibangun taman binatang mini, namun untuk menarik perhatian pengunjung, di tengah danau kemudian dibangun tugu yang menyerupai tugu khas Singapore. "Itu milik pribadi, kayaknya memang patut dicoba itu bagi warga yang ingin berfoto ria," ujarnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan, memang sudah seharusnya warga Karawang memiliki inisatif untuk bisa turut serta membangun daerahnya sendiri. Karena kalau hanya mengandalkan anggaran pemerintah tentu pembangunan akan lamban. Berbeda dengan pembangunan yang dilakukan oleh swasta apalagi perorangan yang proses pencairan anggarannya tidak berbelit-belit. "Ini bisa jadi contoh untuk orang lain yang punya lahan kosong, coba dibuat kreativitas untuk bisa jadi tempat wisata," harapnya.

Karena dengan adanya tempat wisata secara otomatis warga akan berdatangan untuk berkunjung. Kemudian orang yang sengaja berkunjung ke tempat wisata itu dipastikan membawa uang, maka disitu perputaran ekonomi berjalan cepat. "Makin banyak pengunjung, makin banyak yang bakal merasakan manfaatnya," ujarnya.

RIdwan yang juga salah satu pemuda pecinta kesenian dan kebudayaan itu menambahkan, Purwasari banyak memiliki potensi wisata, sebelumnya ramai pohon miring, kemudian cadas bodas, saat ini Singapore mini. Ada yang dibentuk ada yang alami, itu artinya setiap daerah sebenarnya bisa memanfaatkan potensi yang dimiliki. "Ayo gali potensi yang dimiliki masing-masing, buat Karawang menjadi daerah yang memiliki daya pikat kuat agar bisa lebih dikenal lagi oleh warga luar Karawang," pungkasnya. (zie)
Polisi Tunggu Hasil Visum
Sat, 23 Jun 2018 11:30:00 +0000
Gadis Telagasari Korban Pencabulan Didampingi Psikolog

TELAGASARI, RAKA - Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Karawang bersama Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) serius menyoroti kasus dugaan pencabulan terhadap gadis lulusan SD asal Telagasari. Selain menghadirkan Psikolog karena khawatir korban dan keluarganya mengalami shock berat, kedua instansi dan lembaga teknis ini juga akan terus mendampingi korban selama proses hukum.

Kepala DP3A Karawang melalui Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Diah Handini Resitoemo mengatakan, kondisi anak dibawah umur yang diduga jadi korban pelecehan seksual di Telagasari ini,  mengalami shock saat bersama keluarganya melapor dan memberikan format pelaporan di Dinas P3A dan P2TP2A. "Kalau sudah ranah hukum itu jadi domainnya pihak kepolisian, kita hanya mendampingi bersama Psikolog," tandas Diah, Jumat (22/6).

Dijelaskan kejadian ini sebenarnya terjadi beberapa hari yang lalu, dan pihak keluarga korban langsung melapor, baik ke dinas maupun P2TP2A. Bahkan, sudah melapor ke Kanit PPA Polres Karawang dan sedang menunggu hasil visum nantinya. Gadis yang baru lulus SD asal Kecamatan Telagasari itu, disebut-sebut sudah digagahi tujuh bocah SMP di tanggul irigasi Dusun 1, Desa Kalibuaya. Meskipun diragukan sampai berhubungan seksual, namun gadis yang diketahui lehernya memerah dugaan bekas cumbuan, membuat tim dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak bertindak cepat melakukan pendampingan dan visum.

Sekretaris P2TP2A Karawang Amid Mulyana mengungkapkan, pelaporan dari keluarga korban sudah tepat, baik ke Dinas maupun P2TP2A. sementara bantuan yang diberikan pihaknya, sebut Amid, hanya bersifat pendampingan yang kebetulan korban berinisial "P" itu adalah anak. Diperlukan pula sebut Amid, pendampingan Psikologis untuk  pulihkan dulu keadaannya.

Sementara penanganan proses hukum diserahkan kepada para penegak hukum, betapapun dugaan pelakunya itu juga anak-anak dibawah umur, tapi tetap pihaknya mendorong agar proses hukum tetap berjalan kalau seandainya betul ada dugaan pencabulan atau pelecehan seksual. "Psikolog mendampingi korban sampai saat ini, karena memang khawatir ada gejolak psikis, selebihnya psikolog bisa menyimpulkan dan diharapkan memulihkan keadaan sehingga sampai kepada tahap apakah akan melanjutkan kasusnya," katanya.

Amid menambahkan, Dinas dan P2TP2A mengantar dan memfasilitasi anak saat melapor ke Polres Karawang, tapi yang jadi catatan, pihaknya tidak masuk ranah hukumnya. Hanya saja, kasus tetap akan diproses dengan penanganan yang berbeda, sebab dugaan pelaku adalah juga anak dibawah umur. Yang jelas Sebut Sekretaris DP3A, atas peristiwa ini pihaknya prihatin dan merasa terpukul dan tidak bisa memberikan toleransi atas kejadian-kejadian tindak kekerasan fisik, tindakan seksual kepada anak.

Sebab, Dinas dan P2TP2A sudah gencar sosialisasikan ancaman dan bahaya tindakan kekerasan pada anak dan perempuan, baik di Minggon Kecamatan, maupun di majelis-majelis taklim. "Jelas kita prihatin atas kejadian ini, maka semua pihak harus sama-sama menggelorakan tanggungjawab melindungi anak dan perempuan agar kejadian serupa tidak sampai terulang," katanya. (rud)

RSUD Punya Komite Pengendalian Infeksi
Sat, 23 Jun 2018 11:00:00 +0000
TELUKJAMBE, RAKA - Ternyata Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang memiliki komite PPI (Pencegahan Pengendalian Infeksi). Salah satu tugasnya yaitu memberikan sosialisasi dan promosi kesehatan bagi masyarakat dan mahasiswa.

Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi bertujuan untuk mengidentifikasi dan menurunkan resiko infeksi yang dapat ditularkan melalui pasien, pegawai rumah sakit, tenaga profesional ataupun pengunjung. Satu atau lebih individu mengawasi seluruh kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi. Individu tersebut kompeten dalam praktek pencegahan dan pengendalian infeksi yang diperolehnya melalui pendidikan, pelatihan, pengalaman atau sertifikasi.

Bahkan tugas PPI di lingkungan rumah sakit cukup penting yaitu memberikan informasi pencegahan keluarga pasien agar tidak tertular Infeksi dari pasien yang tengah dirawat, seperti memberikannya informasi cara mencuci tangan yang baik dengan menggunakan anti septik yang tersedia di rumah sakit selain menggunakan masker sebagai pelindung diri.

Seperti diutarakan IPCN (Inpection Prevention Control Nurse) PPI RSUD Rita Sahara.S.Kep, kepada Radar Karawang, Jumat (22/6), kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi menjangkau ke dalam setiap bagian dari pelayanan rumah sakit dan melibatkan individu di berbagai unit dan pelayanan. Ada penetapan mekanisme untuk melakukan koordinasi seluruh program.

Mekanisme tersebut mungkin merupakan suatu kelompok kerja kecil, komite, satuan tugas atau mekanisme lainnya. Tanggung jawab termasuk, misalnya menyusun kriteria yang mendefinisikan infeksi terkait pelayanan kesehatan, membuat metode pengumpulan data (surveilance), menetapkan strategi untuk mengatur pencegahan infeksi dan pengendalian risiko, dan proses pelaporan.

Koordinasi termasuk komunikasi dengan seluruh bagian atau unit dari rumah sakit juga bagian dari mekanismenya untuk menjamin bahwa program adalah berkelanjutan dan proaktif. "Apapun mekanisme yang dipilih oleh rumah sakit untuk melakukan koordinasi program pencegahan dan pengendalian infeksi, dokter dan perawat terwakili dan dilibatkan bersama para profesional pencegahan dan pengendalian infeksi (infection control professionals)," ucap Rita.

Bahkan tenaga lainnya, lanjut Rita, bisa termasuk sesuai ukuran dan kompleksitas rumah sakit semisal epidemiologist, pakar pengumpul data, ahli statistik, manajer unit strerilisasi sentral, microbiologis, farmasi dan apoteker, urusan rumah tangga, pelayanan lingkungan atau sarana dan supervisor kamar operasi. "PPI di rumah sakit menjadi bagian penting pelayanan rumah sakit," tandas Rita.

Untuk itu, Rita berharap PPI di rumah sakit bisa menjadi mitra yang baik bagi masyarakat, sehingga dapat mendapatkan informasi prihatin pencegahan dan masyarakat nyaman berada di rumah sakit. (yfn)
Taman Hud-hud Belum Dapat Izin Desa
Sat, 23 Jun 2018 10:30:00 +0000
RENGASDENGKLOK, RAKA- Memanfaatkan libur Hari Raya Idul Fitri 2018 yang dinilai belum usai, karena masih terdapat siswa yang belum masuk, berbagai tujuan wisata ramai dikunjungi masyarakat, tak terkecuali dengan wisata air Taman Hud-hud yang terletak di Jalan Raya Proklamasi, Kecamatan Rengasdengklok, meskipun tergolong baru, tempat wisata tersebut mampu menyedot animo masyarakat. Namun, pemeritah Desa Amansari belum memberikan izin terkait berperasinya tempat wisata tersebut.

Menurut salah seorang pengelola tempat wisata Taman Hud-hud, Taufik mengatakan, wahana wisata keluarga Taman Hud-hud yang memiliki luas 1,2 hektare tersebut merupakan wisata air yang menyediakan kolam renang atau tempat pemandian. "Kita sudah ada pembicaraan dengan pihak Dinas Pariwisata Karawang dan wahana wisata ini adalah usaha para santri di ponpes ini, " kata Taufik.

Masih menurut Taufik, wahana keluarga tersebut kedepannya akan menggandeng beberapa dinas dan akan dibuat sebagai taman wisata yang mengedukasi para pengunjung. "Untuk sementara baru ada kolam renang, rumah pohon, dan gazebo untuk bersantai para pengunjung," tambah Taufik.
Dengan harga tiket Rp 50 ribu per orang, saat disinggung tentang asuransi jiwa para pengunjung, Taufik menjelaskan bahwa tarif tersebut sudah termasuk asuransi walau tak tertera dalam tiket tersebut. "Belum kita cantumin di tiketnya, dan asuransi bukan hanya Jasa Raharja," tegasnya.
Sementara itu Kepala Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Hanafi mengatakan, beropersinya wahana keluarga Taman Hud-hud tersebut pihak desa belum merasa menerima pemberitahuan secara resmi dari pihak pengelola. "Belum ada pemberitahuan ke desa apalagi ijin," kata Hanafi via telepon.

Masih menurut Hanafi, sejak dibukanya wahana tersebut mengundang reaksi warga sekitar yang meminta untuk dilibatkan sebagai pekerja dan hal tersebut, telah disampaikannya ke pihak pengelola. "Setelah ada reaksi baru di rencanakan untuk menggunakan warga sekitar sebagai pekerja di taman tersebut, disinggung masalah perijinan katanya sedang diurus," pungkasnya. (rok)
Bayi 6 Bulan Derita Hidrosefalus
Sat, 23 Jun 2018 10:00:00 +0000
Perlu Penanganan Medis


RENGASDENGKLOK, RAKA- Di dampingi perangkat desa dan anggota Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Camat Rengasdengklok, Asep Wahyu Suherman menyambangi Habibah, bayi berusia 6 bulan penderita penumpukan cairan di otak atau hidrosefalus. Anak dari pasangan Ade dan Anem warga Dusun Pacing Utara, Desa Dewisari Kecamatan Rengasdengklok tersebut, menerima bantuan serta mendapatkan penanganan kesehatan yang layak.

Camat Rengasdengklok Asep Wahyu mengatakan, pemerintah tidak akan mengetahui kondisi warga, apabila tidak ada laporan dari perangkat desa, dan di sini pentingnya koordinasi. Untuk bayi Habibah ini, Asep berniat untuk membantu mengurus kepeneingan administrasinya, agar mendapat pelayanan kesehatan yang layak dengan segera. "Kita tidak akan berdiam diri jika mengetahui ada warga yang kesusahan, apalagi warga tersebut di kategorikan orang tidak mampu," ujarnya.

Dalam kunjungannya tersebut, Asep mencoba meyakinkan orang tua bayi penderita hydrocepalus bahwa anaknya bisa sembuh. Apalagi orang tua Habibah juga peserta Program Keluarga Harapan (PKH), akan lebih mudah mengurus administrasi untuk mendapat pelayanan kesehatan yang baik.
Sementara itu, orang tua bayi Habibah, Ade mengatakan, putrinya Habibah menderita Hidrosefalus diperkirakan semenjak usianya 1 bulan, dan berharap anak bungsunya tersebut dapat segera di sembuhkan. "Pengennya sih anak bisa sembuh, kasihan melihat kondisinya seperti itu," pungkasnya. (rok)
PNS Wajib Senam Sebelum Kerja
Sat, 23 Jun 2018 09:30:00 +0000
KARAWANG, RAKA - Ada yang berbeda di Lapangan Plaza Pemda Karawang. Jika biasanya lapangan itu dipenuhi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang lagi apel pagi, tetapi kemarin, para PNS disana bukan sedang melakukan apel melainkan berolahraga.

Kabag Kesra Matin Abdul Rajak ketika ditanya soal itu hanya mengatakan berolahraga bukan saja membuat fisik sehat tetapi juga cara berpikirnya juga sehat. "Fisik yang sehat akan memicu cara berpikir yang sehat," ucap Matin, Jumat (22/6), dia mengingatkan perlunya olahraga ini dilakukan sebelum memulai pekerjaan. Jika cara berpikirnya sudah sehat Matin optimis hasil pekerjaan pun akan berkualias.

Dikatakan Matin, sekalipun belum seluruhnya PNS yang melaksanakan olahraga bersama pada setiap Jumatnya, namun pihaknya akan terus mengajak semuanya termasuk masyarakat karawang untuk membiasakan hidup sehat dengan melakukan aktifitas terutama di pagi hari. "Hidup sehat itu tidak bisa dipaksakan, karena berada dalam diri sendiri. Kita akan terus berusaha agar dapat bisa mengolahragakan masyarakat terutama PNS yang saat ini melakukan olaharaga agar dapat menjadi percontohan," ucap Matin.

Sekalipun dalam pelaksanaannya rutin yang dilakukan Pemda Karawang itu hanya seminggu sekali, namun akan lebih baik jika semuanya, baik PNS maupun masyarakat Karawang untuk bisa melaksanakan olahraga secara rutin setiap hari minimal yang ringan. "Kita berharap agar bisa lebih rajin lagi dalam olah raga. Alhamdulillah setiap sabtu dan minggu saya sendiri selalu bersepeda minimal 10 km," katanya.

Sementara itu, instruktur senam Pemda Karawang Enci Dafinza mengatakan pihaknya menyarankan jika pelaksanaan olahraga seharusnya dilakukan setiap hari dalam satu hari itu minimalnya selama 30 menit. "Kalau olahraga yang ringan saja seperti lari, dan yang lebih berat lagi senam atau fitnes," katanya.

Dikatakan Enci, pemerintah daerah sudah sangat menyayangi warganya. Sebab setahunya dalam satu hari itu, Pemda selalu memberikan fasilitas olahraga tanpa ada pungutan biaya sama sekali dilapangan karangpawitan setiap hari pada pukul 05.30 Wib. "Pelaksanaan senam kita lakukan setiap hari di Karangpawitan, dan itu gratis. Mudah mudahan masyarakat Karawang bisa mengikutinya agar lebih banyak lagi," ujarnya. (apk)
Bupati Cellica Tersindir
Sat, 23 Jun 2018 09:00:00 +0000
Pedestrian di Jalan Ahmad Yani Program Bupati 

KARAWANG, RAKA - Pembangunan pedestrian di Jalan Ahmad Yani memang program bupati. Rencana itu sudah dikoar-koarkan dari tahun 2017, bahkan akhir Desember lalu diinformasikan akan memasuki tahapan pelelangan. Tetapi lucunya, sampai sekarang lelangnya tidak rampung-rampung. 

Sekretaris Daerah H. Teddy Rusfendi Sutisna ketika disinggung perihal itu mengiyakan kalau rencana pembangunan pedestrian di Jalan Ahmad Yani memang program bupati yang digelindingkan sejak 2017 lalu. Tetapi sayangnya, sampai Juni 2018 ini program itu tak kunjung direalisasikan sehingga mengundang keheranan masyarakat. "Wajar masyarakat bertanya-tanya karena ini program bupati. Insya allah kita akan terus mendorong teman-teman untuk segera melakukan proses pengadaan," ucap Sekda Teddy, Jumat (22/6).

Sekda menyebutkan dua dinas paling berperan dalam pembangunan pedestrian di Jalan Ahmad Yani, yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Perumahaan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP). Dua dinas ini yang dijanjikan Teddy akan didorong supaya secepatnya melakukan pembangunan. Apalagi sebelumnya kedua dinas inipun sudah berkoar-koar siap melaksanakan pembangunannya. "Pembangunan pedestrian merupakan rencana yang membutuhkan prosedur dan mekanisme pengadaan, maka saya siap untuk mendorong PUPR dan PRKP," ucap Teddy.

Sekda Teddy berharap dalam pelaksanaan proses pelelangan sampai proses pengerjaan sudah tidak boleh lagi lebih dari satu bulan ini. "Kita menginginkan bulan depan itu sudah selesai proses pengadaan, sehingga pelaksanaan fisik sudah bisa dimulai, hingga diakhir tahun sudah rampung dikerjakan," ucapnya.

Secara terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Acep Jamhuri mengatakan terkait pembangunan pedestrian di Jalan Ahmad Yani sekarang ini sedang persiapan lelang. "Insya allah akan mulai bentar lagi, sekarang persiapan lelang dan kita akan koordinasi dengan kabag Unit Pelayanan Pengadaan (ULP)," ujar Acep usai olahraga bersama di lapangan Plaza Pemda Karawang.
Dikatakan Acep, dengan waktu satu bulan pihaknya akan menggelar proses pelelang dengan cara cepat. Sebab setahunya juga jika proses pelelangan yang ada bisa dilakukan dengan cara yang mudah. "Dalam  waktu satu bulan sudah ada pengerjaan, mudah-mudahan akhir tahun sudah selesai," ucap Acep dan menambahkan pelaksanaan pembangunan dilakukan satu bulan setengah setelah lelang. (apk)
Warung Liar di Jalan Baru Dibongkar Paksa
Sat, 23 Jun 2018 08:45:00 +0000
KARAWANG TIMUR, RAKA - Pedagang musiman di sepanjang Jalan Baru masih bertahan hingga H+7 Idul Fitri. Mereka meyakini bisa meraup berkah lebih karena arus balik yang masih berlangsung sampai saat ini. Namun harapan itu segera pudar ketika puluhan petugas Satpol PP melakukan penertiban warung-warung liar yang mereka bangun sebelum mudik lebaran.

seperti diungkapkan Nani (40), Pedagang kopi dan mie instan asal Bekasi di sekitaran Jalan Baru, dirinya sudah rutin berjualan tiga tahun terakhir, khususnya di musim mudik. Sejak H-10 idul fitri, dia yang juga pedagang warung di Kedungwaringin ini, sudah membuat lapak di Jalan Baru dari arah Jakarta - Cikampek. Hasilnya selama Seminggu efektif mudik, dirinya mampu meraup untung hingga Rp 2,5 jutaan.

Diakui Nani, siang dan malam ada saja pemudik yang melepas lelah dan jajan istirahat di lapaknya yang berukuran  4 x 4 meter tersebut. Bahkan, sampai setelah salat idul Fitri ia masih membuka lapaknya dan menggeser ke jalur sebaliknya dari Cikampek-Jakarta. "Kita sudah buka lapak sejak H-10. Alhamdulillah pemudik ada saja yang mampir mah," ucapnya, Jumat (22/6).

Lebih jauh Nani menambahkan, sampai saat ini ia masih bertahan, jika biasanya H+3 sudah membongkar lapak, tapi saat ini arus balik lebih panjang, karena jalanan masih ramai lancar, bahkan menurut rencana ia baru akan membongkar lapaknya pada Senin lusa. Sebab arus balik diperkirakan masih akan berlangsung pada Sabtu dan Minggu ini. Tetapi ia pasrah karena aparat sudah bergerak menertibkan warungnya mulai Jumat ini.

Walaupun tanpa pemberitahuan, tapi karena harus patuh dirinya membongkar sendiri setelah mendapat teguran dari Satpol PP. "Lumayanlah, setiap hari dapat Rp 300 - 500 ribuan, apalagi kalau yang datang gerombolan, paling senang saya, tapi kalau sudah dilarang pol PP ya sudah saya balik lagi," ucapnya.

Sekretaris Camat Karawang Timur Dede Tasria mengatakan, para pedagang musiman di jalur mudik lingkar Tanjungpura itu tidak mengantongi izin sejak berdiri sebelum lebaran. Namun, pihak Mako Pol PP sudah memberikan ultimatum penertibannya mulai Jumat ini dalam giat Patroli Wilayah Karawang. Sedikitnya, 13 orang satpol PP sudah diturunkan untuk bertahap menertibkan. "Mako Pol PP sudah bergerak hari ini, tapi bertahap penertibannya, lebih lanjutnya silahkan tanyakan ke Mako," katanya.

Camat Karawang Timur Elly Laeli Komala S.Sos mengatakan, selama mudik dan arus balik, tidak ada pemberitahuan dan izin apapun dari pedagang ke kantor kecamatan. Soal penertiban dijalur lingkar Tanjungpura ini, kemungkinan tuntas Senin nanti, mengingat arus balik dan mudik masih ramai, apalagi pedagang musiman ini sudah bercokol setiap tahun. Lagi pula, belum ada arahan lebih lanjut dari Pemkab kaitan penertiban para pedagang di jalur tersebut." Gak pernah ada izin dari kita, mungkin masih arus balik, prediksi Senin sudah bersih dari PKL dadakan itu," ucapnya. (rud)


rssfeedwidget.com