Harian Umum Radar Karawang
343 Tahanan Didata KPU
Sun, 18 Feb 2018 07:00:00 +0000
PURWAKARTA,RAKA - Sebanyak 343 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Kabupaten Purwakarta mengikuti kegiatan pencocokan dan penelitian (Coklit) yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU). Coklit dilakukan langsung oleh Komisioner KPU Purwakarta, Nurlaela Mukaromah, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Purwakarta, Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) Kelurahan Cipaisan Purwakarta.
Berdasarkan data lapangan, KPU Purwakarta mencatat ada 13 orang napi titipan dari luar Purwakarta, 81 napi pemilih non KTP elektronik. Selain itu KPU juga mendapati 43 orang napi yang memiliki nomor induk kependudukan belum direkam dan 206 orang napi dengan NIK yang telah direkam. "Disduk kami libatkan karena prasyarat untuk didata sebagai pemilih harus ber e-KTP atau memiliki surat keterangan sesuai PKPU 2 tentang Pemutakhiran Daftar Pemilih," ujar Nurlaela Mukaromah. Kamis (15/2) kemarin.
Karena alasan itu, KPU Purwakarta meminta Disdukcapil Purwakarta dapat memfasilitasi warga binaan memiliki surat keterangan KTP elektronik. "Dengan demikian KPU meminta dinas yang berwenang dalam hal kependudukan untuk dapat bekerja sama menfasilitasi warga binaan untuk dapat dibuatksn suket atau KTP elektronik, supaya dapat didata dalam data pemilih," jelasnya.
Untuk dapat menyelesaikan coklit warga binaan KPU, disdukcapil dan pihak lapas membutuhkan waktu selama dua hari. "Mengingat banyaknya warga binaan yang dicoklit kami KPU, disduk dan lapas membutuhkan 2 hari untuk dapat menyelesaikan pelaksanaan coklit ini," kata dia.
Melalui coklit KPU Purwakarta berharap, warga binaan lapas kelas II B Purwakarta tetap mendapatkan hak pilihnya dengan baik. "Kami atas nama KPU Purwakarta Divisi Teknis menyampaikan terima kasih kepada Disdukcapil Purwakarta dan kalapas yang telah bersedia melaksanakan coklit ini. Semoga warga binaan tetap dapat menggunakan hak pilihnya dengan benar sebagai warga Negara Indonesia pada umumnya," pungkasnya. (gan)
OSIS Camp
Sun, 18 Feb 2018 06:00:00 +0000
Pelajar Tiga Kabupaten Kumpul di Karawang

KARAWANG, RAKA - Pelajar Islam Indonesia (PII) wilayah Purwakarta, Subang dan Karawang (Purwasuka) gelar kegiatan OSIS Camp di aula kompleks Islamic Center Karawang, Jum'at (16/2) kemarin. Dengan tema Pelajar Bertamasya, Berilmu, dan Berkarakter. Kegiatan ini bertujuan agar para siswa mampu menjalankan peran dan fungsinya sebagai pelajar.
"Kegiatan ini bagian dari program kerja PII wilayah Purwasuka, dalam kegiatan OSIS Camp ini, kami mengambil tema Pelajar Bertamasya, Berilmu dan Berkarakter," ujar Dina Kristina, ketua pelaksana kegiatan, kepada Radar Karawang, Jumat (16/2) kemarin.
Ia menjelaskan, tema yang diambil dalam kegiatan itu, sangat sesuai dengan kebutuhan para siswa, agar tidak terjadi kasus yang terjadi di Madura dan di Karawang, seorang murid melakukan kekerasan terhadap guru, maka sebagai organsasi yang menjungjung tinggi nilai keislaman, perlu mengatasi permasalahan tersebut. "Menginggat beberapa hari lalu, di kota pangkal perjuangan, ada seorang murid melakukan kekerasan terhadap gurunya, maka dari itu kami mengambil tema ini, karena tindakan tercela itu, disebabkan oleh karakter dan kurungnya pemahan tentang Islam," ungkapnya.
Ia mengaku, beberapa siswa yang ada di tiga kota, seperti Purwakarta, Subang dan Karawang, sangat antusias mengikuti kegiatan itu, yang digelar selama tiga hari. "Meskipun kegiatan ini cukup lama, tapi 72 peserta itu sangat senang mengikutinya," akunya.
Menurutnya, usai kegiatan itu, para siswa akan mengetahui dan akan menjalankan peran dan fungsinya sebagai pelajar, karena selama tiga hari, mereka diberikan berbagai mata pelajaran yang bisa meningkatkan keilmuan dan mengubah karakteristiknya, sehingga menjadi anak yang berguna untuk nusa dan bangsa. "Saya yakin, usai kegiatan ini, para siswa akan mampu menjalankan tugasnya sebagai manusia atau pelajar, soalnya dalam kegiatan mereka diberikan ilmu tentang keorganisasian, pendidikan berkarakter, serta kepemimpinan," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum PII Karawang Ratuh Rizkia Dewi berharap, kepada para peserta, harus selalu mengikuti materi yang akan diberikan oleh para panitia, agar wawasan semakin bertambah, dan bisa merubah sikap menjadi lebih baik, sehingga bisa menjadi anak berguna untuk agama, nusa dan bangsa. "Saya harap, para peserta bisa fokus dalam mengikuti ini, agar wawasannya semakin bertambah, mentalnya menjadi terbangun, dan mempunyai karakter yang baik, sehingga tidak akan terjadi hal yang diinginkan, seperti murid menyiksa guru," harapnya.(acu)
Mie Bidadari
Sun, 18 Feb 2018 05:00:00 +0000
Resep Keluarga Bikin Lidah Terkewer-kewer

KOTABARU, RAKA - Ingin menikmati rasa mie berbeda dengan yang biasa kita makan, cukup datang ke Perumahan Puri Anggrek, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru. Di sana ada penjual mie yang bisa bikin lidah terkewer-kewer. Mie Setan Kobak Cikampek, namanya. Coba saja menu mie bidadari. Rasanya pasti bikin nagih. Terlebih bagi penggila makanan pedas. Cocok banget.
Pemilik usaha  Mie Setan Kobak 2 Cikampek Heti mampu menciptakan beragam varian rasa pedas dengan temporer berbeda. Selain tekstur mie buatan sendiri yang kenyal dan nikmat di lidah, rasa pedasnya juga bisa diatur. "Memang andalan kami dari rasa pedasnya, karena cabai yang kami gunakan bukan cabai kering. Tapi cabai berkualitas bagus, sehingga wajar rasanya masih alami pedas," ujarnya kepada Radar Karawang.
Bahkan, dia mengatakan, meski semua menu masakan berbahan dasar mie merupakan semua menu andalannya. Akan tetapi, tidak sedikit para pelanggannya, menyukai mie tanpa kuah dengan tingkatan pedas berbeda-beda. "Walaupun, terasa pedas sekalipun. Tapi, dijamin tidak akan membuat sakit perut," paparnya.
Adapun dalam penamaan usaha mie pedasnya tersebut, terlahir dari sebuah rasa yang pedas dan lokasi pertama usahanya. Namun, hal itu dapat melahirkan keselarasan rasa yang begitu sesuai dengan nama usahanya. "Nama Mie Setan itu diambil dari rasa yang pedas, kan yang namanya setan pasti menakutkan dan itu pun sesuai dengan rasa mie kita yang pedas, tapi dapat nikmat dirasakan," jelasnya.
Di lokasi yang sama, Hania Triesna Atala, anak perempuan pasangan Triesna Trimyarno dan Heti pemilik usaha Mie Setan Kobak itu, menambahkan, selama dari 2011 usaha Mie Setan kobak didirikan keluarganya. Tidak sedikit pelanggan yang berdatangan berasal dari luar Cikampek. "Kalau untuk pelanggan ada dari Jakarta, Bekasi dan ada di berbagai wilayah di Kabupaten Karawang," katanya.
Dia melanjutkan, para pelanggan Mie Setan Kobak, memang lebih sering memesan menu mie tanpa kuah. Seperti halnya, Mie Setan Banci dan Mie Bidadari. Walaupun, semua menu ini merupakan menu andalan usaha keluarganya. "Aku sering bantu ayah sama mamah untuk menyajikan pesanan. Jadi tahu, menu yang  banyak dipesan," katanya.
Bukan hanya itu, dalam pembuatan satu menu mie terbilang mudah dan tanpa memerlukan waktu yang lama. Jadi pelanggan, tanpa meski menunggu. Karena penyajiannya cepat. "Prosesnya tidak lama, mie yang mau kuah ataupun tidak, karena untuk suhu air selalu dijaga tingkat pendidihannya," ujarnya.
Ia melanjutkan, meski sekilas seperti bakmie, akan tetapi Mie Setan Kobak jelas sangat berbeda. Karena, selain bahan dasar mie buatan keluarga sendiri, abon ayam hasil racikan resep keluarga menjadi cita rasa di setiap menu berbeda. "Jelas beda, pertama dari pembuatan mie, keluarga aku buat sendiri, terus abon ayamnya pun dibuat sendiri," ucapnya. (ian)
Warga Bandung dan Jakarta Kesasar di Karawang
Sat, 17 Feb 2018 12:00:00 +0000
Dishub Diingatkan Pasang Petunjuk Arah

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Warga Jakarta dan Bandung yang melintasi Karawang mengingatkan Pemerintah Karawang agar memperbanyak rambu-rambu lalulintas di wilayahnya. Sehingga membuat mereka tidak nyasar dan berputar-putar di dalam kota Karawang. 
"Kami sulit temukan petunjuk arah ketika berada di kawasan perkotaan Karawang, akibatnya kami nyasar hingga ke Karawang Timur," ucap Vio (33) pengendara mobil dari arah Jakarta kepada Radar Karawang, Jumat (15/2). Saat itu Vio menghampiri Radar Karawang ketika akan mengambil foto kondisi lalulintas di wilayah perbatasan Karawang Timur dan Telukjambe Timur dan bertanya arah menuju Purwakarta.
Dikatakan Vio, selepas pintu keluar tol Karawang Barat, dia tidak menemukan petunjuk arah menuju arah Purwakarta. Dia mengaku mengunakan jalan regular non tol, guna menghindari kemacetan tol menuju ke arah Purwakarta. Tetapi sayang, bukannya terhindar cari macet malah kesasar hingga berputar-putar di wilayah Karawang. "Karawang inikan kota perlintasan dan sudah menjadi kota penting yang banyak kawasan industrinya, mestinya pemerintahnya lebih peka terhadap kebutuhan lalulintas. Sehingga warga lain tidak kesasar kalau memasuki wilayah kabupaten ini," tandas Vio dan menyebutkan Dinas Perhubungan nya ngapain saja.
Ternyata, kejadian sama dialami Prabowo (45) pengendara mobil dari Bandung yang hendak ke Jakarta, dia terjebak di perumnas Galuh Mas. Dirinya menyadari kesulitan temui akses keluar selepas keluar Tol Karawang Timur. Selepas tol Jakarta-Cikampek dia mendapatkan informasi di pemandu jalan Internet (GPS) kalau arah Karawang Barat kendaraan tidak bergerak karena macet. "Saya pilih keluar tol Karawang Timur, bukannya lebih nyaman hingga Jakarta tapi malah berputar-putar di dalam kota Karawang sampai masuk ke arah Perumnas Telukjambe," ucap Prabowo.
Masih dikatakan Prabowo, dia dari arah lampu merah keluar tol Karawang Timur lalulintas sudah padat. Ketika mencapai lampu merah selepas tol itu ada cabang jalan, dia malah lurus karena tidak dapati petunjuk arah sampai akhirnya kesasar dan terlihat Radar Karawang sedang bertanya kepada warga arah menuju Jakarta.  Minimnya petunjuk arah di dalam kota, diakui Prabowo yang  membuat dirinya terjebak sehingga berputar-putar di dalam kota karena tidak menemukan pintu keluar. "Kami berharap pemerintah di kabupaten ini memperbanyak petunjuk arahnya sehingga bisa dilihat warga yang melintasi kota ini. Sehingga orang seperti saya yang baru masuk Karawang tidak sampai kesasar," ucap Prabowo. (yfn)


Pengurangan Kuota Jadi Masalah Penyaluran Rastra
Sat, 17 Feb 2018 11:45:00 +0000
KLARI, RAKA - Pembagian beras sejahtera (Rastra) sudah mulai berjalan salah satunya adalah di lingkungan pemerintahan Desa Duren. Meski demikian, pembagian rastra yang dilakukan secara gratis itu ternyata membuat para ketua RT kebingungan untuk membagikannya, karena kuota yang dibagikan mengalami pengurangan cukup drastis.
Salah satu Ketua RT di Desa Duren, Jejen mengaku masih merasa pusing dengan pembagian beras sejahtera yang dibagikan secara gratis oleh pemerintah. Sebab, dengan adanya pengurangan kouta beras yang dibagikan membuat sejumlah masyarakat terus meminta jatah beras meski Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah ditentukan. "Tetap jadi masalah, tadinya ada yang kebagian jadi tidak kebagian," ucapnya.
Meski penerima manfaat sudah ditentukan oleh pemerintah pusat, dampak dari kebijakan pengurangan kouta beras tetap menjadi masalah di masyarakat, padahal pembagian dilakukan secara gratis untuk kali ini. Dirinya berharap ada penambahan kouta beras untuk menghindari terjadinya permasalahan di lingkungan masyarakat. "RT yang pusingmah, karena langsung bersentuhan dengan masyarakat," akunya.
Tercatat kata Jejen, dari 120 Kepala Keluarga yang ada di lingkungannya, hanya 60 Kepala Keluarga yang yang mendapatkan bantuan beras sejahtera. Sebab jatah yang diterimanya dari pihak desa hanya sebesar 30 kilo gram  beras. "Yang 60 KK saja masih ribut, kalau bisa minta ada penambahan kouta beras, kalau bisa koutanya jangan dikurangin tetap kaya dulu 15 kilo perkepala keluarga," harapnya.
Kepala Desa Duren, Abdul Halim sendiri pernah mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah ambil pusing meskipun kouta beras dikurangi asalkan masyarakat tidak mampu bisa mendapatkan haknya. "Susah amat bagikan saja seadanya, kalau nggak dari jatah perkeluarga 10 kilo dibagi lagi jadi 5 kilo yang penting semua warga tidak mampu kebagian," ucapnya.
Sedangkan menurut Kasi Kesos Kecamatan Klari, Asip Suhenda mengatakan, bahwa alangkah baiknya pemerintah bisa menjalankan program hibah rastra tersebut. Karena dengan digratiskannya rastra tidak akan ada lagi permasalahan seperti desa yang masih menunggak pembayaran. "Lebih baik digratiskan, walaupun ada pengurangan, biar tidak ada desa yang nunggak rastra lagi," akunya.
Camat Klari, Rachmat menjelaskan, pemerintah melalui Kementrian Sosial atau Dias Sosial sudah mulai meluncurkan program rastra yang akan dibagikan kepada setiap penerima secara gratis atau tidak bayar. Sebelumnya kata dia, mereka yang biasa mendapatkan jatah bantuan rastra harus menebus rastra Rp1.600 per kilogramnya. "Sekarang untuk pengambilan rastra gratis tidak dipungut biaya lagi," ucapnya.
Sementara Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Klari, Muhidin menjelaskan bahwa bagi sejumlah masyarakat yang mendapatkan bantuan hibah bansos tersebut datanya dari Badan Pusat Statistik (BPS). Maka tidak akan ada lagi baik petugas desa RT maupun kecamatan yang berhak memilih penerima bantuan. "Untuk penerima bantuan juga sudah ditentukan dari pusat," ungkapnya.
Untuk Kecamatan Klari, tambah Muhidin, ada 4.071 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mendapatkan bantuan hibah bansos rastra dinataranya Desa Anggadita 260 KPM, Belendung 379 KPM, Cibalongsari 435, Cimahi 301, Curug 383, Duren 435, Gintungkerta 529, Karanganyar 420, Kiarapayung 57, Klari 177, Pancawati 299, Sumurkondang 241 dan Desa Walahar sebanyak 155 KPM. " Untuk penyaluran rastra sendiri akan dilakukan di setiap kantor desa masing-masing," terangnya.(yna)
Orang Gila Berkeliaran di Klari
Sat, 17 Feb 2018 11:30:00 +0000
Warga Resah dan Ketakutan

KLARI, RAKA - Warga Kecamatan Klari resah dengan banyaknya orang gila yang berkeliaran di sekitar lingkungan Klari. Oleh karenanya, warga meminta pemerintah dalam hal ini Dinas Sosial dan Satpol PP melakukan tindakan agar orang gila yang kerap menggangu kenyamanan warga itu bisa diamankan.
Eko (28), warga Dusun Kosambi, Desa Duren mengaku heran saat ini kembali maraknya orang yang kejiwaannya terganggu tapi berkeliaran di lingkungan tempat tinggalnya. Parahnya bukan hanya membuat pemandangan tidak enak saja, namun keberadaan mereka kerap menggangu kehidupan masyarakat di lingkungan. "Suka ngejar-ngejar warga sama ganggu juga, sudah dibawa ke polsek Klari untuk diamankan," ucapnya.
Menurutnya, ternyata kondisi tersebut bukan hanya terjadi di wilayah kecamatan Klari saja, bahkan sampai ke kota lainnya. Sedangkan dia sendiri tidak mengetahui apakah pemerintah sudah menyediakan tempat bagi orang orang yang kejiwaanya terganggu atau sama sekali belum memiliki tempat. "Sudah ada 3 orang yang kejiwaanya terganggu berkeliaran di Klari, mending kalau tidak mengganggu mah," akunya.
Dirinya juga meminta agar pihak Dinas Sosial mampu mengurangi keberadaan orang gila tersebut dan bisa memberikan kondisi yang baik dan nyaman agar tidak menggangu kehidupan masyarakat di lingkungan. "Nggak tahu ada pelepasan orang gila atau gimana, soalnya banyak banget akhir-akhir ini, kalau bisa pemerintah cepat tanggap lah," pintanya.
Saat dimintai keterangan Kapolsek Klari, Kompol H.Relisman Nasution menjelaskan, bahwa sebelumnya ada sejumlah masyarakat yang membawa orang gangguan jiwa tersebut ke Polsek. Namun dirinya sendiri juga bingung jika segala urusan sosial selalu dilimpahkan ke pihak kepolisian. "Iya ada, seharusnya itu tugas Satpol PP yang melakukan penertiban dan bawa ke Dinas Sosial Karawang," jelasnya.
Untuk saat ini, dirinya juga tidak bisa memeriksa pelaku karena diketahui memiliki gangguan jiwa. Sudah semestinya peran Satpol PP di setiap wilayah bisa bergerak dan meminimalisir permasalahan sosial tersebut. "Kita mau periksa apa ditanya nama sama tempat tinggal saja tidak tahu, namanya juga gangguan jiwa, Satpol PP dan Dinsos harus lebih aktif lagi," pintanya. (yna)
Kesekretariat PPK Terancam Berubah
Sat, 17 Feb 2018 11:00:00 +0000
LEMAHABANG WADAS, RAKA - Mutasi dan rotasi sejumlah pejabat kecamatan setingkat Kasie dan Kasubag sudah berlangsung dua minggu terakhir. Namun, kesekretariatan PPK yang terdiri dari personil PNS masih belum diplenokan penggantiannya oleh pejabat baru yang berdomisili tugas di kecamatan terkait.
Dikatakan Kasie Trantib Purwasari, Dede Ilyas, dirinya sebelum beralih ke Purwasari, ia di Lemahabang sebagai Kasubag Kepegawaian dan Keuangan, bahkan di kepengurusan sekretariat PPK Lemahabang juga masih aktif bersama sejumlah Kasie lainnya, termasuk Sekretaris Camat (Sekcam). Meskipun sudah berpindah tugas, pihaknya belum menerima arahan lebih lanjut kaitan statusnya sebagai Bendahara Sekretariat PPK Lemahabang dari KPUD Karawang.
Karenanya, meskipun sudah lepas sambut dan sertijab sebagai PNS yang diangkat level dan pindah tugasnya di Purwasari, selama belum ada arahan, ia akan tetap melanjutkan sementara urusan kesekretariatan PPK Lemahabang. "Tugas sih sudah beralih tapi saya masih punya tanggung jawab di sekretariat PPK Lemahabang selama belum ada arahan dari KPUD," katanya.
Lebih jauh, Sekretaris Camat Lemahabang, H. Hasan Nurdin mengatakan, selama masih belum ada arahan, ia meminta PNS yang masuk kesekretariat PPK di Lemahabang tetap bekerja seperti biasa, walaupun secara ke Dinasan sudah beralih tugas di luar Kecamatan. Sejauh ini, baik dari KPUD, maupun Pemkab, belum menindaklanjuti hal ini, apakah masih dipertahankan atau di Pergantian Antar Waktu (PAW) ke pejabat kecamatan yang ada. "Kita menunggu arahan detail dari Pemkab atau KPUD terkait dampak rotasi ini pada personel kesekretariatan," ucapnya.
Sementara itu, Sekretaris KPUD Karawang, Geri Sigit Syamroni mengatakan, urusan personel Kesekretariat PPK dilingkungan ASN Kecamatan, pihaknya serahkan ke PPK nya masing-masing. Kecuali, kalau ada ASN yang promosi menjadi Camat, maka KPUD akan mengusulkan ke Bupati untuk diganti lagi melalui Bagian Hukum. Adapun ASN yang masih setingkat, selama PPK dan sekretariat nya tidak ada masalah maka, tidak menjadi keharusan diganti juga, itupun selama masih komitmen bekerja dengam PPK. "Kalau tidak ada masalah, maka tidak apa-apa tidak diganti, kecuali yang promosi jadi camat, itu bisa diusulkan lagi ke bupati melalui bagian hukum," pungkasnya. (rud)
Bapopsi Siapkan O2SN
Sat, 17 Feb 2018 10:30:00 +0000
Pertandingkan 10 Cabang Olahraga

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Badan Pembina Olahraga Pelejar Seluruh Indonesia (Bapopsi) Kecamatan Lemahabang, mempersiapkan diri menjelang perlombaan Olimpide Olahraga dan Seni Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Maret mendatang. Selain membentuk kepanitiaan, gebyar O2SN tersebut juga akan merumuskan lokasi tempat pelaksanaan.
Ketua Bapopsi Lemahabang, Andang Hermawan S.Pd mengatakan, gebyar O2SN ini akan digelar antara akhir Februari atau awal maret di tingkat Kecamatan. Walaupun tidak dilaksanakan di gugus masing-masing, namun O2SN yang akan memperlombakan 10 cabang olahraga tradisional ini tidak mengurangi kehidmatan kompetisi para pelajar SD di Lemahabang.
Bahkan, usai Try Out digelar, kepanitiaan untuk gebyar ini mulai di siapkan dengan ketua Panitia dibawah kendali Kepala SDN Pasirtanjung 3, Ulumudin S.Pd. "Habis Try Out kita mulai persiapkan segela sesuatunya untuk pelaksanaan O2SN ini," katanya.
Andang menyebut, sepuluh lomba olahraga yangbakan dipertandingkan dalam O2SN tahun ini antara lain, atletik, Bulu tangkis, renang, Karate, Silat, Dagongan, Egrang, Hadang, Bakiak dan sumpit. Sementara tempat untuk pelaksanaan sendiri masih di rumuskan, yang jelas tidak lagi dilaksanakan di aula kantor PGRI Kecamatan, karena para pembina dan pelatih berharap, kegiatan lomba yang akan melibatkan 30 SD ini bisa dilaksanakan di lapangan terbuka dan luas, baik untuk cabang lombanya, maupun lahan area parkirnya. "Ada sepuluh cabang lomba yang akan dipertandingkan, kita harap semuanya berjalan lancar," ucapnya.
Kegiatan ini sambung Andang, diharapkan juga bisa menjadi wahana silaturahmi antar guru dan Kepsek SD di Lemahabang, meskipun jarang ada cabang yang lolos hingga mewakili Kabupaten, tapi upaya pencarian bibit atlet dalam seni permainan tradisional. Ini, bisa mempererat tali silaturahmi antar pelajar khususnya di Lemahabang. " Kalau ke tingkat Provinsi, jika jarang juga sih ada atlet yang mewakili Kabupaten dari Lemahabang, tapi terua pencarian bibit ini tidak ada salahnya kan," terangnya. 
Ketua Panitia 02SN Lemahabang Ulumudin S.Pd mengaku belum ada bahasan lanjutan kaitan pelaksanaan O2SN tingkat kecamatan ini, karena tindaklanjut segala sesuatunya, akan dibahas ulang setelah Try Out di masing-masing SD rampung digelar. "Nanti akan ada bahasan lanjutan setelah Try out kaitan O2SN ini," ujarnya. (rud)
Turap Karyamakmur Hanya Bertahan 1 Tahun
Sat, 17 Feb 2018 10:00:00 +0000
BATUJAYA, RAKA- Turap sepanjang 236 meter di Desa Karyamakmur, Kecamatan Batujaya hanya bertahan satu tahun. Akibatnya, warga kembali tergenang air saat hujan deras turun.
Khotib (42) warga Dusun Telukampel, Desa Karyamakmur, mengatakan, pembangunan turap ini memang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena bisa menahan luberan air got masuk ke pemukiman warga. Mengingat, sebelum turap dibangun, tak jarang luberan air menggenangi pemukiman warga. Namun sangat disayangkan, kenyamanan masyarakat hanya bisa bertahan 1 tahun saja. "Kenyamanan masyarakat terhindar dari banjir cuma satu tahun. Abisnya turapnya juga sudah rusak lagi. Gak ada penahan luberan air got," ucapnya, kepada Radar Karawang, Jumat (16/2) kemarin.
Ketidak seriusan pemborong terlihat dari bagian fisik turap yang cepat rusak, bagaimana tidak, sisa adukannya pun diduga asal-asalan. Dibuktikan dengan sisa bongkahan turap yang rusak didapati pasir tanpa semen. Padahal, turap tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, mampu menampung debit air hujan. "Biasanya kalau hujan 3 jam aja sudah banjir. Dan selama setahun 2017 banjir di kita tidak terlalu parah, sedangkan untuk musim hujan saat ini yang baru saja di mulai, banjir tersebut sudah menggenangi area pemukimam warga," ujarnya.
Kepala Desa Karyamakmur Hartasim menuturkan, program turap yang berada di desanya tersebut hasil dari aspirasi anggota dewan provinsi melalui pemborong asal Cilamaya sekaligus mantan Kades Sukamulya. Sebelum kerusakan separah ini, sebelumnya dirinya sering meminta pihak pengawas untuk mengontrol keadaan turap yang sudah di bangunkan di desanya. Karena sering mengalami kerusakan, pihak pemborong pun seringkali membenahi dengan menambalnya. Hal tersebut dilakukan karena banyak aduan dari masyarakat yang mengeluh. "Sebelunya memang sering rusak. Namun masih bisa diperbaiki. Namun untuk saat ini rusaknya sudah parah," katanya.
Selain banjir kembali dirasakan masyarskat Desa Karyamakmur, area pesawahan pun tidak bisa ditanami akibat luapan banjir. Bagaimana tidak, terdapat lubang besar di pembangunan turap yang baru satu tahun dibangun  tersebut. Dirinya mengaku bingung jika harus membenahi sendiri, memakai dana pribadi pastinya memerlukan dana besar. Dan tidak bisa juga dibenahi menggunakan dana desa (DD) maupun (ADD). "Khawatir tumpang tindih anggaran, tapi di sisi lain masyarakat memerlukannya," keluhnya.
Lebih parahnya, pembangunan turap tersebut berbarengan dengan normalisasi sipon yang menjadi titik tumpu 3 desa yang hingga saat ini tidak pernah tersentuh. Ipung sapaan akrab Hartasim mengaku jengkel juga dengan pemborong tersebut. Mengingat, 2 kebutuhan masyarakatnya tidak dikerjakan dengan benar. Dirinya berharap kepada dinas terkait bisa membantu memecahkan permasalahan tersebut, agar tidak berlarut-larut, karena sudah menjadi kebutuhan masyarakat Desa Karyamakmur agar terhindar dari banjir, minimal mengurangi kadar banjir. (rok)
Dishub Mencari Bus Tidak Layak Jalan
Sat, 17 Feb 2018 09:30:00 +0000
Sehari 100 Bus Masuk Terminal Klari 

KARAWANG, RAKA - Dinas perhubungan (Dishub) Kabupaten Karawang dinilai agresif dua pekan terakhir ini. Bukan hanya menghitung jumlah bus yang masuk terminal Klari tetapi dinas itu juga mengawasi ketat ban kendaraan bus-bus tersebut.
Seperti dilakukan Jumat (16/2) siang, dinas itu melakukan pelakukan pemeriksaan terhadap kondisi ban bus yang masuk ke Terminal Klari. "Ini kita sedang melakukan pengecekan kendaraan bus, untuk diuji layak dan tidaknya digunakan oleh masyarakat atau warga yang akan pulang kampung maupun lainya," ujar Kepala Bidang Angkutan Rochman kepada Radar Karawng, disela-sela kegiatan.
Kata Rochman, pengecekan tersebut dilakukan untuk meminimalkan terjadi kecelakaan saat bus tersebut dalam perjalanan, terutama masalah rem dan ban yang sering menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. "Kita melakukan pengecekan terhadap ban dan rem, termasuk lampu kendaraannya dan uji kirnya," tandas Rochman.
Sekalipun pihaknya dihari pertama ini belum mendapatkan bus yang melanggar standarisasi keselamatan penumpang, namun pihaknya akan memastikan jika pengecekan tersebut akan dilakukannya selama libur panjang saat ini. "Kegiatan ini akan terus dilakukan sampai waktu liburan panjang," paparnya.
Rochman juga meminta kepada pengusaha jasa angkutan agar terlebih dahulu mengecek kendaraannya di ful masing-masing, sehingga petugas hanya akan memastikannya saja di Terminal Klari kalau kendaraan itu aman dikendarai. "Kami menghimbau kepada pengusaha angkutan, apabila mereka keluar dari ful diusahakan mengecek terlebih dahulu kendarannya, apakah layak atau tidak untuk menjamin keselamatan penumpang," ujarnya.
Secara terpisah Kepala Dinas Perhubungan Arief Bijaksana Maryugo ditanya soal jumlah kendaraan yang setiap hari keluar masuk Terminal Klari hanya menyebutkan untuk bus selama mesuki liburan panjang ini mencapai 60 hingga 100 bus yang masuk terminal dengan berbagai macam tujuan. Dishub sendiri saat ini rutin melakukan pengecekan terhadap kondisi kelayakan bus. "Ada sekitar 60 hingga 100 bus setiap hari masuk terminal, dan semua bus itu kita lakukan pengecekan kelayakan jalannya untuk memastikan penumpang aman selama dalam perjalanan," tuturnya. (apk)


KPU Siapkan 2 TPS di Lapas Karawang
Sat, 17 Feb 2018 09:00:00 +0000
KARAWANG, RAKA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten karawang melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Karawang. Dari kegiatan tersebut KPU mendata sebanyak 569 pemilik suara asal Jawa Barat dibina dalam lapas tersebut.
KPU dan petugas coklit akan melakukan verifikasi data selama seminggu sekali ke lapas. Hal itu dikarenakan adanya orang yang keluar dan masuk lapas disetiap harinya.
Anggota KPU Karawang Miftah Farid S.IP menyampaikan, dilakukannya pencocokan dan penelitian dilapas salah satu upaya dalam mensukseskan datangnya pemilihan gubernur Jawa Barat di tahun ini. "Coklit di lapas ini, untuk mensortir mana warga Jawa Barat dan mana warga luar Jawa Barat. Dan kita temukan sementara ada sebanyak 569 orang warga yang akan ikut pemilihan di lapas," ujarnya kepada Radar Karawang, Kamis (15/2).
Masih dikatakan Farid, bagi penghuni lapas, yang masih bertahan sebelum 27 Juni yang akan pihaknya data untuk menjadi calon pemilihan gubernur mendatang. Adapun kendala saat melakukan pencoklitan tersebut diakui Farid pihaknya harus mendatangkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil untuk bersama melakukan pendataan. "Coklit di lapas itu kebanyakan nama-namanya alias-alias tidak nama asli maka alhamdulillah kita sudah lakukan kordinasi dengan capil, dan mereka menyanggupi," paparnya.
Lanjut Faird, dalam pendataan yang dilakukan KPU sendiri hanya memebutuhkan data nama lengkap, tempat tanggal lahir dan alamat tinggal. Apabila ditemukan nama yang sama serta lainnya maka yang akan menjadi pembeda ialah nama ibu kandung. "Untuk pilkada nanti kita akan siapkan 2 Tempat Pemilihan Umum (TPU) disini," paparnya.
Masih dikatakan farid, jika dimungkinkan untuk ada yang masuk dan keluar para penghuni lapas yang ada saat ini, maka petugas pencoklitan dalam setiap 1 minggu sekali akan melakukan pemantauan data yang ada dilapas. "Setiap minggu kita akan perbarui data disini, karena harus dipastikan untuk jumlah logistik," ujarnya seraya menjelaskan logistik yang dimaksud adalah kotak dan surat suara yang harus dipersiapkan.
Sementara itu, kasubsi Registrasi di Lapas kelas II A Karawang, Odih SH menyampaikan, untuk sementara data yang telah dimilikinya menjelang pemilihan Gubernur mendatang itu telah disiapkan untuk bisa mensukseskan pemilihan yang akan datang. "untuk sementara ada 569 orang untuk orang Jawa Barat. Jumlah itu dari total 1189 orang yang sekarang ini sedang dibina di lapas itu. Paling arahan kita untuk pencocokan ini harus didata perminggu karena pasti akan bertambah dalam setiap harinya," paparnya.
Sejauh ini untuk dilapas sendiri biasanya untuk pemilihan umum contohnya, ada sebanyak 2 TPS yang akan disipakan didalam lapas. "Kendala sejauh ini tidak ada paling hanya pencocokan data Nomer Induk Kependudukan saja (NIK), dan terkadang penghuni lapas juga keluar masuk karena suka ada juga yang dititipkan dari polres ke kita," ujarnya. (apk)
Bahaya Narkoba Disosialisasikan
Sat, 17 Feb 2018 08:30:00 +0000
KOTABARU, RAKA - Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi peredaran narkoba di wilayah Cikampek Utara. Bhabintibmas Desa Cikampek Utara Bripka Rahman melakukan sosialisasi akan bahaya narkoba kepada para remaja dan pemuda.
"Agar para generasi muda di lingkungan kami bersih dari narkoba, agar tidak berani untuk mengkonsumsinya. Karena selain dapat merusak tubuh, narkoba juga bisa merusak masa depan generasi muda," ungkap Rahman, di Dusun Kampung Baru Timur, kepada Radar Karawang, belum lama ini.
Menurutnya, untuk saat ini upaya pencegahan serta pembinaan rutin yang dilakukan terhadap generasi muda diwilayah Cikampek Utara gencar dilakukan. Karena memang menjadi langkah efektif agar peredaran narkoba dapat terbentengi dan tidak bisa masuk ke wilayah binaannya. "Jadi ketika pemudanya sudah kuat wawasannya sudah luas, kesadarannya sudah kuat tentang bagaimana bahaya narkoba. Maka menjadi langkah yang bagus dalam meminimalisir peredaran barang haram yang sangat merusak generasi bangsa ini," tambahnya.
Agian Agi Fahar (23), warga Dusun Kampung Baru Timur Desa Cikampek Utara menyampaikan, dengan adanya penyuluhan rutin yang dilakukan pihak kepolisian, diharapkan kesadaran generasi muda untuk tidak pernah menyentuh barang haram dapat terwujud. "Ini sangat bermanfaat, karena selain kita tahu bahayanya narkoba, kita pun tahu bagaimana resikonya saat mengkonsumsi," ujarnya.
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara rutin memberikan dampak positif terhadap perkembangan generasi muda. Pasalnya apa yang dilakukan oleh pemuda maupun remaja setidaknya terus diawasi dan kesadarannya juga bisa terbangun. "Alhamdulilah sekarang lingkungan kami tertib anak mudanya, sudah enggak ada lagi denger tawuran ataupun apa, semoga saja pengawasan ini bisa terus ditingkatkan (oleh pihak keamanan)," tandasnya. (ian)
Ketiduran, Tukang Pecel Kemalingan
Sat, 17 Feb 2018 08:00:00 +0000
KOTABARU, RAKA - Nasib naas menimpa Yanto pedagang pecel ayam yang berjualan di Jalan Raya Sudirman Bakanmaja, Kotabaru. Pasalnya handphone smartphone miliknya hilang digondol maling, gara-gara ditinggal tidur di tempat jualan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Karawang di lokasi, warga sempat melihat ada dua orang mengendarai mobil pribadi Kijang warna hitam berhenti di pinggir jalan dengan jarak 20 meter dari tempat usahanya. Saat itu, pemilik pecel tidak menyadari orang yang tidak dikenalnya itu masuk ke tempat jualan. Lelaki dengan ciri-ciri tinggi kurus itu sempat terlihat oleh warga setempat. Tidak lama kemudian, orang tersebut pergi dengan mengendari mobil, yang diduga berjumlah 2 orang di dalam mobil tersebut. "Iya sebelum si Mas bilang kemalingan, HP nya ilang, warga Gang Sawo sempat lihat ada orang yang menghampiri tempat jualannya. Saya kira itu pembeli. Tahunya Si Masnya (pedagang) ketiduran," ungkap Muhammad (22), waga Kampung Gang Sawo Bakanmaja, kepada Radar Karawang, Kamis (15/2).
Saat ditemui di tempat usahanya, Yanto warga Prapatan Kondang Desa Tanjungrasa, Kecamatan Patokbesi, Kabupaten Subang, yang merupakan pemilik usaha pecel yang berlokasi di Jalan Raya Sudirman Kotabaru, membenarkan, jika dirinya telah kemalingan. Hal itu terjadi disaat dirinya ketiduran karena kondisinya sedang sepi pembeli. "Saya tadi sambil nunggu jualan eh ketiduran, pas bangun nyari Hp enggak ada, pas dikasih tahu sama warga tadi ada yang masuk ke sini. Padahal saya ingat nyimpennya di meja atas piring," ujarnya.
Untungnya, saat memeriksa tempat penyimpanan uang masih dalam keadaan utuh. "Kalo uang aman tidak ke gasak, karena tempatnya terkunci, ini gara-gara ketiduran," tambahnya.
Masih dikatakan Yanto, saat geger tengah kemalingan, ternyata sebelumnya pernah ada orang bergelagat mencurigakan. Bahkan orang yang diduga sebagai pelaku itu sempat belanja ke warung yang tidak jauh dari tempat jualannya. Bahkan pemilik warung dekat tempat jualannya menyebutkan ciri-ciri orang yang mencurigakan tersebut. "Nah pas begitu saya ke warung dan cerita, ternyata seblumnya ada orang yang mencurigakan belanja ke warung yang tidak jauh dari tempat saya dagang," ujarnya.
Anggota Polsek Kotabaru Bripka Abdul Rahman menanggapi, persoalan aksi pencurian serta penjambretan harus diwaspadai warga yang ada di wilayah ini. Karena aksi kejahatan terjadi bukan hanya karena niat pelakunya saja melainkan bisa terjadi juga saat adanya peluang dan kesempatan. "Laporan sih tidak, cuman saya menghimbau saja, warga yang berjualan jangan menyimpan barang berharganya sembarangan, yang ada nantinya jadi korban pencurian. Maka saya menghimbau agar selalu menyimpan barang berharga seaman mungkin," tandasnya. (ian)
Polisi Menginap di Pesantren Al Haromain
Sat, 17 Feb 2018 07:30:00 +0000
CAMPAKA,RAKA- Bhabinkamtibmas di Kecamatan Campaka, giat menjaga pesantren yang berada di wilayah binaannya, seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Cimahi Aiptu Kusnandar saat bersilahturahim dan menginap di Pondok Pesantren Al Haromain, Desa Cimahi, pimpinan KH Hasan Asngari.
Dalam kegiatan ini ada beberapa kegiatan yang dilakukan yaitu salat Magrib berjamaah, kultum kamtibmas dan salat Isya berjamaah serta makan malam bersama. Setelah kegiatan salat Magrib, Bhabinkamtibmas Aiptu Kusnandar Effendi memberikan kultum terkait dengan kamtibmas diantaranya santri merupakan benteng umat Islam, karena cuma negara Indonesia yang mempunyai sekolah pesantren dan santri adalah salah satu generasi penerus yang akan membantu menjaga Kamtibmas dan pemersatu NKRI. "Untuk masalah yang sedang berkembang saat ini, kami menghimbau agar jangan resah dan takut, jika ada orang yang dari gerak geriknya mencurigai segera laporkan. Dan jangan main hakim sendiri," jelas ia.
Pimpinan pesantren Al Haromain KH Hasan Asngari, mengapresiasi kegiatan ini, untuk menjaga keamanan masyarakat. “Sangat mengapresiasi sekali dengan kegiatan polisi saat ini yang mau lebih dekat dengan masyarakat dan tokoh agama,” tuturnya.
Hal senada dikatakan Humas Polsek Campaka IPDA Hj Juli Minarti. Dia menjelaskan, bahwa kegiatan sambang ini selain menjalin silaturahmi juga untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. “Dengan mempererat tali silaturahmi dengan tokoh agama diharapkan dapat meningkatkan situasi kamtibmas yang kondusif,” jelas Kasi Humas Polsek Campaka.
Selanjutnya, ia mengatakan, kegiatan tersebut juga memberikan pesan kamtibmas kepada pengasuh pondok pesantren tersebut. "Semoga dengan adanya kegiatan sambang ke pesantren bisa lebih meningkatkan keamanan serta tak terjadi tindak kejahatan terhadap ulama," pungkasnya. (cr2)
Universitas Finlandia Kunjungi Purwakarta
Sat, 17 Feb 2018 07:00:00 +0000
Siap Bantu Majukan Pendidikan

PURWAKARTA,RAKA- Tim dari Universitas Finlandia berkunjung ke TK PAUD Mutiara Insani Purwakarta. Mereka berbagi pengalaman dan siap turut serta memajukan pendidikan di Purwakarta.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, H Purwanto, mengaku selama ini hanya mendengar, membaca dari media tentang majunya pendidikan di Finlandia. Dia mengaku sangat tertarik dengan sistem pendidikan yang dibangun di Finlandia. Bahkan, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Purwanto juga tertarik sehingga beberapa kebijakan pendidikan yang diterapkan mengadopsi Finlandia. "Katanya, sekolah di Finlandia itu tidak ada PR, katanya jam sekolah tidak panjang, pendidikan yang ada di sana mampu melahirkan generasi - generasi hebat, sehingga Finlandia menjadi negara maju terbaik di dunia," terang Purwanto kepada awak media, Kamis (15/2).
Mendengar kemajuan yang ada di Finlandia, Purwanto mengemukakan apabila di Purwakarta juga menerapkan hal tersebut. "Purwakarta juga terapkan itu, namun belum sempurna, maka dari itu kami ingin tim dari Finlandia University berkenan untuk menjelaskan lebih rinci, agar Purwakarta bisa melaksanakan dengan baik dan sempurna dan tidak katanya-katanya", jelas Purwanto.
Purwanto juga berharap agar Finlandia University berkenan untuk menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan Purwakarta. "Kami berharap kerja sama dengan Finlandia University dapat terjalin juga dengan dinas pendidikan, agar sukses Finlandia menular di Purwakarta", katanya.
Salah satu tim Finlandia University, Mari Argillander, mengaku sangat senang, baginya berbagi untuk kebaikan sangat menyenangkan. "Dengan senang hati kami akan siap berbagi tips, konsep, untuk membuat pendidikan dapat maju dan berkembang. Senang juga pastinya, bisa berbagi ilmu dan pengalaman, kami siap bekerjasama dengan dinas pendidikan, saling bertukar ide untuk majunya dunia pendidikan," ujar Mari.
Mari pun meyakini jika Purwakarta, Indonesia khususnya, akan bisa maju dunia pendidikanya. "Melihat Purwakarta, saya yakin akan bisa hebat dunia pendidikannya, banyak hal yang dapat di gali di sini, semua ada, perlu dilakukan penelitian, yang kemudian di konsepkan untuk kemudian dilakukan langkahnya," urainya.
Hal khusus yang menjadi perhatian Mari di Purwakarta atau Indonesia menurutnya adalah kultur. "Kultur harus dijaga, dengan metode yang tepat dalam membuat serta menerapkan sistem, saya yakin Indonesia akan memiliki dunia pendidikan yang hebat," tandasnya.
Demi kemajuan dunia pendidikan, sekali lagi Mari menegaskan jika dirinya siap untuk berbagi tips dan kerja sama. "Intinya kami siap bekerja sama, untuk pendidikan yang hebat," pungkasnya. (cr2)
Ridwan Kamil Janji Bantu Jimmy Jadi Bupati
Sat, 17 Feb 2018 05:50:00 +0000
TELAGASARI, RAKA - Kampanye pertama calon gubernur Jawa Barat nomor urut 1 Ridwan Kamil mengikuti kegiatan Haul ke 1 sesepuh NU Karawang almarhum KH Hasan Bisri Syafei di Komplek Pesantren At Tarbiyyah, Desa Ciwulan, Kecamatan Telagasari, Kamis (15/2) malam. Pria akrab disapa Emil itu, menjanjikan membantu Ketua DPC PKB Karawang Ahmad Zamakhsyari menjadi bupati Karawang tahun 2021 mendatang.
"Saya gak akan ngajak serukan nomor urut saya dulu, tapi kalau kang Jimmy membantu saya, sebagai seorang mukmin Insya Allah kalau sukses saya siap menolong kang Jimmy (pemilihan bupati)," katanya.
Ia mengatakan, pondok pesantren dan NU tidak asing lagi baginya. Karena selain kakeknya merupakan sama-sama pejuang Hizbullah, juga merupakan tokoh NU. Sehingga, sebagai budinya kepada perjuangan sang kakek, dia sudah berkomitmen membuat peraturan daerah pesantren, begitupun juga dengan pemanfaatan teknologi, sebagaimana anak-anak muda di Bandung bisa menggerakan ekonomi dan potensi kebangkitan Islam di masjid-masjid.
Oleh karenanya, dia memohon restu kepada semuanya, apa-apa yang menjadi kesuksesan di Bandung dengan beragam perubahan yang dia pimpin 4,5 tahun terakhir, bisa diaplikasikan dalam skala lebih besar di Jawa Barat. "Perda Pondok Pesantren dan menjadikan masjid sebagai kebangkitan umat Islam, kita siapkan untuk skala lebih besar," katanya.
Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari mengaku berbangga hati Ridwan Kamil bisa hadir dalam kegiatan Haul ke 1 ayahnya. Bersama Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaeful Huda yang juga akan nyalon DPR RI Dapil Karawang, Purwakarta dan Subang, pihaknya bersama keluarga besar PKB Karawang akan memenuhi kewajibannya sebagai kader partai untuk memenangkan pasangan Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum (Rindu). "Kalau sukses jadi gubernur, Emil harus bisa meneladani mantan gubernur DKI Jakarta Ahok, yang selalu menjadikan balai kotanya terbuka untuk masyarakat," tuturnya.
Ia melanjutkan, jangan sampai saat pencalonan datang ke Karawang, tetapi kalau sudah jadi, kontaknya justru sulit lagi dihubungi. "Insya Allah kita siap bantu. Kedepan juga kalau saya punya maksud, kang Emil tolong bantu kami," katanya.
Kegiatan Haul di Komplek Pesantren At Tarbiyyah Ciwulan, itu selain dihadiri penceramah KH Yusuf Mansyur, juga nampak mantan pelatih Timnas Indonesia Indra Syafrie yang didampingi barisan Syuriah dan Tanfidziyah PCNU Karawang. Sayangnya, dalam kegiatan Haul KH Hasan Bisri Syafei itu tidak nampak kehadiran Bupati Karawang Cellica Nurachadiana dan sejumlah Pejabat dilingkungan OPD. (rud)
Cara Umat Konghucu Karawang Rayakan Imlek
Sat, 17 Feb 2018 05:45:00 +0000
Sucikan Diri Jadi Vegetarian 8 Hari

KARAWANG, RAKA - Meski menjelang Imlek sempat terjadi teror bom di Kelenteng Bio Kwan Tee Koen, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, tidak menyebabkan menurunnya jumlah umat Konghucu menjalankan ritual keagamaannya.
Tengok saja Kelenteng Sian Jin Ku Poh, Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, sejak Kamis (15/2) malam, umat Konghucu tak henti-hentinya melakukan ritual ibadah di kelenteng tersebut, keluar masuk bergantian menyalakan dupa.
Menurut Suhu Sian Jin Ku Poh Ardhi Suwarsa, agar lebih maksimal ibadahnya, seharusnya sebelum sembahyang berpuasa dulu. "Paling minimal tidak memakan-makanan yang berjiwa, istilahnya vegetarian selama 8 hari," ujarnya, Jumat (16/2) kemarin.
Ia melanjutkan, tahun ini merupakan tahun shio anjing, melambangkan karakter yang lebih pasti. Beda halnya dengan shio ayam di tahun 2017 lalu, karena shio ayam dilambangkan dengan banyaknya tanda tanya tentang sinkronisasi antara masyarakat global dan pemerintah. "Shio ayam di tahun kemarin melambangkan kurang adanya kepastian, banyak tanda tanya. Kalau karakter anjing ini sudah ada kepastian," ujarnya.
Ketua Umum Yayasan Vihara Dharma Prasada Maha Metta Karawang Wawan Kurniawan mengatakan, sebelum masuk ke kelenteng, umat Konghucu harus menyembah ke dewa yang berada di meja paling depan. Setelah itu baru menyebah dewa-dewa di dalam kelenteng. "Saya mengharapkan kita semakin damai, semakin menjalani persahabatan sesama umat manusia, jangan membeda-bedakan agar rukun, kalau sudah rukunkan enak," paparnya.
Ketua 1 Yayasan Vihara Dharma Prasada Maha Metta Karawang Yayang Riyadi menyampaikan, meski berbeda agama, dia tetap mengikuti ritual ibadah di kelenteng. "Saya dari budhis, agama saya Buddha, tapi untuk ibadah sama bareng disini, Walaupun dalam ibadah berbeda tapi kita saling menghormati," paparnya. (rok/apk)

Persika Tantang Juara Liga 1
Sat, 17 Feb 2018 05:30:00 +0000
KARAWANG, RAKA - Menjelang kick off Liga 2 yang rencananya digelar pertengahan Maret, Persika Karawang akan menjajal kekuatan juara Liga 1 Bhayangkara FC di Stadion Singaperbangsa, Sabtu (17/2) sore ini pukul 15.00 WIB.
Pelatih Persika Karawang Ricky Nelson mengatakan, bukan kali ini timnya menghadapi klub Liga 1. Sebelumnya juga Laskar Jawara uji tanding dengan PS TNI dan Persija Jakarta. Melihat jam terbang para pemainnya, Ricky yakin timnya bisa memberikan yang terbaik pada laga uji coba menghadapi Bhayangkara FC. "Laga melawan Bhayangkara merupakan uji coba yang bagus buat Persika. Karena kami akan kembali menguji serangan dan pertahanan pemain. Apalagi Bhayangkara punya materi pemain bagus dan merupakan juara Liga 1 Indonesia," ujar Ricky kepada Radar  Karawang, Jumat (16/2) kemarin.
Berbicara strategi pertandingan, Ricky mengatakan pertahanan pemain harus sama baiknya dengan penyerangan. Karena dalam partai uji coba Persika selalu kebobolan. "Saya berharap kami dapat ambil pelajaran untuk persiapan Liga 2. Kalah dan menang itu nomor dua. Nomor satu saat pramusim adalah pemain mampu menjalankan komitmennya dari yang sudah dibangun pada saat latihan," ujar Ricky.
Ia melanjutkan, komposisi pemain juga terus disempurnakan. Sejauh ini Persika sudah mendatangkan beberapa amunisi berpengalaman seperti Aang Suparman asal pemain Persela Lamongan, Ade Suhendra mantan kapten Persikad Depok. Begitu pula para pemain muda seperti Rio Valentino dan Jackson Tiwu. "Untuk besok (hari ini) tim sudah siap, kita kuatkan penyerangan dan bertahan, dengan formasi pemain 1-3-5-2," ujarnya.
Sejauh ini kata Ricky, Persika belum bisa memastikan siapa saja yang akan bermain di awal pertandingan. Pihaknya akan memastikan pemain yang bermain di awal usai pengetesan kesehatan pagi hari. "Untuk pemain tunggu besok, sekarang  belum ada," ujarnya. (apk)
Pencarian Enam Jam, Dua Bocah Tewas Tenggelam
Sat, 17 Feb 2018 05:15:00 +0000
BANYUSARI, RAKA - Gara-gara terpeleset ke Sungai Tarum Barat BT 14 PJT II, dua bocah bernama Icha (9) dan Desy (9) tenggelam. Kedua tidak bisa diselamatkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban tenggelam bernama Farisa Nurul Afifah alias Icha (9), sesaat setelah ditemukan sempat diupayakan untuk diberikan pertolongan medis. Namun sayang, meninggal dalam perjalanan menunju rumah sakit. Sedangkan Desi (9) yang tenggelam sejak pukul 10.00, baru ditemukan enam jam kemudian, berjarak 6 kilometer dari TKP. Sementara itu, tidak sedikit warga memadati jalan di jalur saluran irigasi Tarum  Barat, Gempol kolot, mereka penasaran dan ingin melihat, bahwa di irigasi ada yang tenggelam.
Kapolsek Jatisari Kompol Bambang Iswanto SH mengatakan, dua bocah perempuan tewas tenggelam saat mau buang air besar di saluran irigasi Tarum Barat, Desa Gempol Kolot, Kecamatan Banyusari. Korban bernama Desi dan Ica, keduanya merupakan warga Dusun Krajan RT 02/01, Desa Gempol Kolot, kecamatan Banyusari. "Betul kejadian insiden tersebut terjadi pagi pukul 9.00 WIB, korban atas nama Desi dan ica keduanya perempuan, warga Desa Gempol kolot," ungkap Kompol Bambang, Jumat (16/2).
Bambang melanjutkan, penyebabnya saat kedua korban mau buang air besar di irigasi, namun saat mau buang air besar, keduanya terpeleset dan jatuh ke irigasi. Sehingga tenggelam. "Keduanya tenggelam karena tidak bisa berenang, dengan kedalaman air kurang lebih 170 cm karena bulan lalu habis dikeruk, normalisasi," katanya.
Masih dikatakannya, saat kejadian berlangsung tidak ada yang mengawasi atau melihat keduanya. Namun kejadian tersebut sempat diketahui oleh warga setempat yang kemudian langsung mencoba menolong. "Satu diantaranya Icha Binti Ripki ketemu jam 09.30 WIB, namun nyawanya sudah tidak tertolong, tewas di tempat kejadian dan sementara Desi baru dapat kabar ditemukan," ujarnya.
Hal senada disampaikan Kades Desa Gempol Kolot Sunardi, membenarkan adanya dua orang warganya tenggelam. "Iya masih dalam proses pencarian, tapi tadi dengarnya sudah ketemu," ucapnya.
Saat pencarian hendak dihentikan, menurut Nandang (45) warga yang berada dilokasi, akhirnya Desi ditemukan dengan jarak kurang lebih 6 kilometer dari peristiwa sementara. "Iya kang, ini macet. Tapi kabarnya sih korban satunya lagi sudah ditemukan, 6 kilometer di TKP dengan keadaan sudah mengambang," tandasnya. (ian)
Simpatisan Komunis Diciduk
Sat, 17 Feb 2018 05:00:00 +0000
Sebut Cellica Simpanan Tommy Soeharto

KARAWANG, RAKA - Gara-gara menghina Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dengan kata-kata tidak senonoh, dan mengunggah gambar palu arit, pria yang mengaku anggota PKI, berinisial WW (37) warga Dawuan, Kecamatan Cikampek, diciduk Tim Anaconda Polres Karawang.
Pemilik akun Chikal oo itu, pada pukul 12.00 WIB, tanggal 6 Januari 2018 hingga 13 Februari 2018 menuliskan kata-kata berbau mesum yang sangat merendahkan harga diri Cellica di facebook. Bahkan menyebut orang nomor satu di Kabupaten Karawang adalah simpanan anak Tommy Soeharto. Selain itu, pelaku juga mengunggah foto bendera warna merah berlogo palu arit mirip lambang Partai Komunis Indonesia. "Pelaku berhasil kita tangkap di sebuah tempat di Karawang. Kita menyikapi secara tegas, karena kasus tersebut merupakan ujaran kebencian terhadap seseorang melalui media sosial, sehingga bisa berdampak kepada potensi konflik," ujar Kapolres Karawang AKBP Hendy F Kurniawan, Jumat (16/2).
Menurutnya, kasus tersebut bukan merupakan delik aduan. Jadi tidak perlu adanya aduan ataupun laporan dari korban pada pihak kepolisian. "Yang bersangkutan memposting ujaran kebencian tersebut pada tanggal 6 Januari 2018 sekitar pukul 12.22 WIB, melalui media sosial facebook, dengan akun bernamakan Chikal OO," ujarnya.
Postingan tersebut kata Hendy, yang kemudian diketahui oleh saksi di Facebook. Karena dianggap meresahkan dan memicu terjadinya konflik sosial, kemudian petugas kepolisian dari Polres Karawang langsung menyelidiki keberadaan pelaku hingga ditangkap. "Barang bukti yang diamankan tangan pelaku, satu buah handphone warna hitam yang diduga digunakan alat untuk menulis status ujaran kebencian, dan memosting gambar atau foto berlambang palu arit," ujarnya.
Ia melanjutkan, ditangkapnya pelaku bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat Karawang, supaya lebih bijak menggunakan media sosial, khususnya saat menjelang pemilihan gubernur Jawa Barat.  "Saya pastikan, saya pribadi akan turun langsung melakukan patroli cyber. Bagi para pemilik akun yang tidak bijak menggunakan medsos, kami dari jajaran Polres Karawang tidak akan segan untuk melakukan tindakan tegas untuk memprosesnya," ungkapnya
Saat ini pihaknya masih akan terus mendalami motif dari kasus tersebut, apakah ada pihak-pihak yang menyuruh pelaku untuk melakukan hal tersebut atau tidak. "Pelaku akan dikenakan Pasal 107a UU No 27 tahun 1999 tentang perubahan kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang berkaitan dengan kejahatan terhadap keamanan negara dan atau pasal 207 KUHPidana, dengan ancaman penjara 12 tahun," paparnya. (apk)

rssfeedwidget.com