Harian Umum Radar Karawang
Water Treatment Bisa Jernihkan Air PDAM
Fri, 31 Aug 2018 12:00:00 +0000
KARAWANG, RAKA - Pelanggan PDAM Karawang agaknya boleh bernapas lega. Pasalnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saat ini sudah memiliki alat penjernih air yang bisa digunakan untuk menjernihkan air PDAM.

"Hasil dari alat ini cukup luar bisa. Tetapi yang bisa diolah hanya air dari PDAM dan air tanah saja," ucap opertor alat penjernih air Ferry Muharam Mentakana, Kamis (30/8).

Kata Ferry, jika yang diolah air dari tanah atau air PDAM maka yang dihasilkan akan lebih maksimal dan siap saji tanpa harus di masak. "Bukan tidak bisa pakai air yang lain, tapi agar hasilnya maksimal maka airnya harus air dari tanah atau air PDAM. Sebab air yang sudah diproses sudah tidak perlu lagi dimasak untuk bisa dikonsumsi langsung," terangnya.

Sementara Kepala BPBD Karawang Asep Wahyu menyampaikan alat penjernih air yang disebut water treatment itu sebetulnya dimiliki sejak awal 2017 lalu. Alat tersebut sudah siap beroperasi setelah adanya petugas dari BPBD Karawang yang telah mengikuti pelatihan di pusat empat bulan lalu. "Empat bulan lalu, alhamdulillah petugas kita sudah lakukan pelatihan untuk bisa memfungsikan alatnya," katanya.

Asep juga menyampaikan, jika kondisi air yang kotor seketika digunakan alat pembersih itu bisa lebih sempurna pembersihannya di bandingkan air minum lainnya. "Air biasa setelah di proses alat itu hasilnya cukup bagus. Alat ini akan difungsikan seketika ada keperluan seperti untuk kebutuhan pengungsi banjir," ucapnya. (apk)
18 Putaran di Jalan Pangkal Perjuangan Rawan Laka
Fri, 31 Aug 2018 11:30:00 +0000
KARAWANG, RAKA - Jumlah putaran di sepanjang Jalan Pangkal Perjuangan dari Perempatan Lampu Merah RMK hingga Tanjungpura yang mencapai belasan dinilai jadi penyebab seringnya terjadi kecelakaan di ruas tersebut. Karenana, kuat desakan agar Dinas Perhubungan (Dishub) menutup sebagian putaran di ruas jalan tersebut.

Sepeti diungkapkan penjual nasi kuning di pinggir jalan itu, Abdul Rohit (26), jumlah putaran kendaraan yang mencapai 18 putaran itu rawan kecelakaan. Ada saja motor atau penyeberang jalan yang terserempet atau tertabrak karena berusaha menyeberang jalur. Makanya, dia menyarankan supaya baik polisi maupun dishub melakukan kajian kembali tentang jumlah putaran yang ada saat ini. "Disini kalau pagi sering macet. Sudah itu yang bawa kendaraan selalu ngebut, sehingga rawan kecelakaan," ujarnya kepada Radar Karawang, Kamis (30/8).

Rohit menyebutkan, terutama ruas paling sering terjadi kecelakaan di putaran jalan di depan SPBU tidak jauh dari perempaan RMK. "Korbannya banyak disini, malah ada yang sampai meninggal dunia, dan itu awalnya karena mau menyeberang lewar putaran," katanya dan melanjutkan kebanyakan motor dengan motor yang tabrakan dan rata-rata akibat melawan arus.

Pantauan Radar Karawang di lapangan putaran jalannya mencapai 18 titik. Mulai dari lampu merah RMK sampai lampu merah Tanjungpura, sehingga kondisi itu yang dinilai warga berpotensi kecelakaan. Saat dikonformasi Kepala Dishub Karawang Arief Bijaksana Maryugo mengatakan dinasnya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu, dan nantinya akan melakukan koordinasi dengan kepolisian untuk mengkaji kondisi Jalan tersebut, apakah betul rawan kecelakaan atau tidak. "Kita akan kaji dulu dan kordinasi dengan polres, kalau memang perlu ditutup karena rawan laka kita akan tutup," katanya.

Hal senada disampaikan Kasat Lantas Polres Karawang AKP Arman Sahti, kepolisian juga akan siap melakukan kajian jalan yang sudah dinilai warga rawan laka lantas. "Nanti kita kaji sampai dimana kerawanan dengan adanya putaran-putran jalan itu," tandasnya. (apk)
Bupati Cari Investor Bangun Pasar Induk
Fri, 31 Aug 2018 11:15:00 +0000
KARAWANG, RAKA - Pemerintah Karawang bertekat mengupayakan pasar induk berada di Jalan Baru. Hal itu dinilai penting untuk memudahkan memantau harga kebutuhan pokok yang selalu naik.   

"Di Jalan baru, iyah, kita akan coba mengupayakan adanya pasar induk," tandas Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Kamis (30/8) kepada Radar Karawang. Bupati ditanya perkembangan pembangunan pasar induk yang disebut-sebut bakal di bangun di pinggir Jalan Baru. Rencana pembangunan pasar induk beras sayuran dan buah-buahan seluas 50 hektar itu bergulir pada 2016 malah direncanakan dibangun pada 2017 lalu.

Bahkan disebut-sebut sudah ada investornya yang akan membangun pasar tersebut. Bahkan Bappeda saat itu sudah melakukan ekspose terkait rencana pembangunannya. Pembangunan pasar induk beras itu sendiri mengacu dengan alasan pasar induk beras di Johar sudah overload. Karawang sendiri saat ini membutuhkan akses pasar yang  besar.

"Kita perlu pasar induk agar semua harga kebutuhan harga pokok bisa lebih terjangkau bagi masyarakat, dan memberikan kemudahan berbelanja yang akan menjadi lebih mudah. Selama ini hanya berpangku kepada pasar induk yang ada di Purwakarta dan Jakarta," ucap bupati.

Masih dikatakan bupati, tujuannya pasar induk untuk memberdayakan masyarakat sekitar, berjualan di pasar induk, dan memotong mata rantai distribusi, sehingga tidak terlalu jauh. "Kadang-kadang kita beli beras, mohon maaf ya, orang sini. Produksi dari sini jual kesana tapi di beli lagi orang sini. Makanya, tujuannya, ya itu, untuk memberdayakan masyarakat dan memutus mata rantai agar harga bisa stabil," ujar bupati lagi.

Saat disinggung kapan bisa merealisasikan keberadaan pasar induk di Karawang, bupati mengaku sedang proses pencairan investor. "Lagi proses karena gak gampang kita cari investor," katanya.
Sebelumnya Wakil Ketua Komisi C DPRD sekaligus anggota Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Karawang Dedi Rustandi menyampaikan optimismenya kalau janji pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat terpilih untuk membangun pasar induk di Karawang akan direalisasikan. (apk)
Suka Bayi Ingin Jadi Bidan
Fri, 31 Aug 2018 11:00:00 +0000
KARAWANG, RAKA - Profesi bidan merupakan pekerjaan yang mulia, karena bisa membantu proses persalinan dan bisa berperan penting dalam menyelamatkan nyawa sang ibu dan  bayi. Apalagi bagi sesorang senang kepada bayi, seperti Apriliantin Fitri Pratiwi, siswi kelas XII IPA 2 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMAN) 2 Cikampek, maka tidak heran mempunyai cita-cita menjadi bidan.

Berawal dari kesukaannya terhadap bayi, siswi yang memiliki wajah manis ini menggantugkan cita-citanya ingin menjadi tenaga medis. "Aku suka sama bayi, soalnya lucu sih. Makanya cita-citaku ingin menjadi bidan," ucap Apriliantin, kepada Radar Karawang, Kamis (30/8) kemarin.

Menurutnya, profesi bidan merupakan salah satu langkah yang tepat untuk mendapatkan kesukaannya. Karena bisa membantu proses persalinan dan bisa berperan penting dalam menyelamatkan nyawa sang ibu dan si cabang bayi. "Soalnya tepat susuai dengan kesukaannya, nantinya aku bisa membantu orang banyak dan bisa merawat bayi-bayi lucu," katanya.

Masih dikatakannya, dalam mencapai sebuah impian tentu tidak mudah, harus bisa melewati luka-liku kehidupan. Meski demikian, siswi yang memiliki hobi traveling ini akan meningkatkankan lagi semangat belajarnya dan rajin menjalankan perintah agama Islam yang dianutnya, agar bisa diberikan kemudahan. "Walaupun tidak segampang membalikan telapak tangan, tapi kalau kita berusaha dengan maksimal, maka hasilnya akan memuaskan, soalnya pepatah juga pernah mengatakan, proses itu tidak akan menghianati hasil. Maka dari itu aku akan bersungguh-sungguh dalam menjalani prosesnya. rajin belajar dan berdoa serta berusaha," tuturnya.

Ia berharap, apa yang menjadi keinginnanya sesuai dengan harapan, sehingga hudupnya menjadi lebih berwarna, karena bisa bermanfaat untuk orang banyak serta kesukaannya terhadap bayi bisa tersalurkan dengan merawatnya. "Semoga aja impianku ini bisa tercapai. Amin," harapnya.(acu)
Sambut Muharam, Santri 39 DTA Tanding Futsal
Fri, 31 Aug 2018 10:45:00 +0000
KARAWANG, RAKA- Rangkaian menyambut tahun baru Islam 1440 Hijriyah, Kelompok Kerja Diniyah Takmiliyah (KKDT) Kecamatan Karawang Timur, mengadakan pertandingan futsal. Pertandingan ini diikuti 39 Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) se- Kecamatan Karawang Timur.

Yudi Wahyudi, M.Pd, Ketua KKDT Kecamatan Karawang Timur mengatakan, kegiatan pertandingan futsal antar DTA se- Kecamatan Karawang Timur, diikuti 39 DTA dalam rangkaian salah satu kegiatan Gebyar Muharram 1440 H yang ke XI. "Kegiatan ini juga rangakaian dari Porsadin KKDT Kecamatan Karawang Timur yang akan di laksanakan 11 September yang akan datang di DTA Hikmaturrahmah," katanya, pada Radar Karawang, Kamis (30/8) kemarin.

Dalam porsadin nanti, lanjutnya, akan dipertandingkan beberapa perlombaan seperti cerdas cermat agama (CCA), kaligrafi, pidato Bahasa Indonesia dan pidato Bahasa Arab. "Selain itu ada atletik, murotal imla, tahfidzul Quran dan qiroatul kutub. Bagi yang juara akan diikut sertakan ke porsadin tingkat kabupaten di Kecamatan Telukjambe Timur dan di porsadin provinsi di Indramayu dan tingkat nasional di Bangkabelitung," ucapnya.

Selain syiar Islam dan pendidikan madrasah, lanjutnya, kegiatan ini juga sebagai sarana pembinaan minat dan bakat siswa DTA dibidang olah raga dan pengetahuan agama. Sehingga, kemampuan santri bisa terpupuk dan termotivasi untuk lebih giat belajar. "Kami berharap, semoga para santri DTA se- Karawang Timur dapat tersalurkan minat dan bakatnya, serta lebih semangat termotivasi belajar di DTA-nya masing-masing. Semoga kelak mereka menjadi generasi yang siap menghadapi segala rintangan dan semoga menjadi generasi yang berakhlakul karimah," pungkasnya. (asy)
Anggota Ekskul Basket SMPN 2 Dengklok Berlatih Teknik
Fri, 31 Aug 2018 10:30:00 +0000
KARAWANG, RAKA - Sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Rengasdengklok, terlihat antusias dalam mengikuti latihan ekstra kurikuler (Ekskul) basketball, Kamis (30/8) kemarin, di lapang sekolah.

Dalam latihan itu, para siswa diajari berbagai teknik bermain oleh pelatih untuk meningkatkan potensi yang miliki dari masing-masing siswa yang tergabung dalam ekskul tersebut. "Sebelum latihan dimulai, kami selalu berdoa terlebih dahulu, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (cedera atau sakit), selanjutnya pemanasan agar tidak terjadi kram otot lalu berlatih," ujar Hasanudin S.Pd, pelatih ekskul basketball SMPN 2 Rengasdengklok, kepada Radar Karawang, Kamis (30/8) kemarin.

Selain itu, pihaknya juga selalu mendidik dan membina anak didiknya dengan penuh kesabaran. Agar ilmu yang ia berikan dapat dicerna dengan baik, sehingga dapat meningkatkan potensi yang dimilikinya. "Kami juga mengajarkan pasing, lay up, shooting bola, dan dribling. Supaya kualitas diri mereka semakin meningkat," tuturnya.

Ia berharap, peserta didiknya selalu hadir dalam setiap jadwal latihan ekskul basketball yang dilaksanakan 2 kali dalam satu Minggu, tepatnya hari Senin dan Kamis. "Saya harap, mereka bisa lebih semangat lagi dalam latihan, karena latihan bukan sebuah persiapan, tapi sebuah kebutuhan. Sebab, proses tidak akan pernah mengkhianati hasil, sehingga dapat meraih prestasi dalam sebuah kejuaraan," harapnya.

Salah satu anak didiknya, Arya Rohaldi, siswa kelas IX SMPN 2 Rengasdengklok mengaku, akan selalu giat dalam mengikuti latihan, agar kemampuannya dalam bermain basket bisa lebih meningkat, sehingga pada saat mengikuti turnamaen atau perlombaan dapat bermain dengan bagus. "Supaya mainnya bagus aja, makanya aku rajin latihan. Semoga proses yang telah aku jalankan dapat membuahkan hasil yang memuaskan (prestasi), sehingga bisa membawa nama baik sekolah dan membahagiakan orang tua serta para sahabat," pungkasnya.(asy)
Pemasaran Masih Jadi Kendala
Fri, 31 Aug 2018 10:15:00 +0000
KUTAWALUYA, RAKA- Setelah sebulan penuh berada di tengah-tengah masyarakat saat melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) harus kembali ke kampus. Sebelum pulang, mahasiswa terlebih dahulu mengadakan lokakarya di lapang sepak bola Sampalan, Kamis (30/8). Banyak program dan inovasi yang telah dilakukan mahasiswa di wilayah Kecamatan Kutawaluya dan hasilnya bisa dinikmati masyarakat.

Jaenal Abidin M.Pd.I, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Desa Sindangmulya, Kecamatan Kutawaluya mengatakan, selama sebulan penuh mahasiswa melaksanakan KKN,  mengabdikan diri di masyarakat, menjalankan program utama yaitu pengembangan Posdaya serta menjalankan program program yang sesuai dengan bidang keahlian masing- masing. "Saya kira kegiatan ini harus terus dipertahankan bahkan lebih ditingkatkan.. agar semakin mengangkat serta menggali potensi potensi yang ada di masyarakat melalui KKN berikutnya," katanya, pada Radar Karawang.

Diteruskannya, selama KKN mahasiswa banyak melakukan inovasi potensi yang dimiliki desa. Tujuannya membantu perekonomian masyarakat. "Beberapa inovasi dan kreasi diajarkan oleh mahasiswa KKN kepada masyarakat melalu pelatihan-pelatihan, terutama mengenai prodak makanan dan minuman yang sudah ada di masyarakat maupun yang belum ada. Terhadap produk yang sudah ada masyarakat sudah mampu mengubah tampilan produknya menjadi bentuk lebih enak dilihat dan dengan varian rasa yang berbeda," ungkapnya.

Ditambahkan Jaenal, mahasiswa juga membantu masyarakat mengemas produk yang dihasilkan. Agar tampilannya menarik sehingga laku dipasaran. "Sementara pengemasannya dibuat lebih simple dengan alat pengepakan yang lebih canggih dan juga ditaruh label di setiap prodUk kemasan. Hanya tinggal perizinan sama marketing pemasaran yang mesti diperhatikan untuk ke depannya, supaya produknya benar-benar berkualitas dan bisa bersaing di pasar yang lebih luas," pungkasnya. (asy)
Sejarah Lokal Membentuk Kearifan Nasional
Fri, 31 Aug 2018 10:00:00 +0000
KARAWANG, RAKA - Pengajaran sejarah lokal dinilai dapat memberi sumbangan kepeserta didik dalam bentuk memperkenalkan struktur ekonomi, sosial dan politik. Selain falsafah pemikiran dengan sistem nilai dan norma serta ideologi kebangsaan.

Hal itu diungkapkan diungkapkan Pemerhati Masalah Pendidikan Anlatif, belum lama ini, melalui surat elektroniknya. Menurut dia, pengajaran sejarah lokal dalam konteks disini memperkenalkan kediri pelajar kalau dia adalah bangsa Indonesia. "Siswa diberi pemahaman terhadap sejarah yang terjadi di daerah tersebut, tetapi juga dikenalkan dengan kearifan lokal yang diproduksi para leluhur atas upaya pemecahan masalah  kemasyarakatan di daerah mereka," ucap Anlatif.

Sehingga, lanjut dia akan terbangun pemahaman dan kebanggaan dirinya terhadap sejarah leluhur dan budaya masyarakatnya. Disisi lain, generasi muda dapat belajar dari kekurangan dan kelebihan generasi leluhurnya yang telah  membentuk sejarah masyarakatnya,  untuk diperbaiki dan disempurnakan oleh generasi mereka dimasa  mereka memiliki peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Para siswa  juga diperkenalkan  dengan  berbagai bentuk rangkaian  mozaik peristiwa – peristiwa lokal yang terbentuk karena konflik lokal maupun konflik di pusat yang terbawa ke daerah. Sehingga mereka memiliki pemahaman yang lebih jelas tentang bentuk warna warni jalinan  peristiwa dalam tiap kurun waktu yang berbeda, saling terhubung, dan akhirnya membangun struktur sejarah nasional.
"Pengajaran sejarah lokal tidak ditujukan untuk membentuk nasionalisme lokal tetapi untuk  memperlihatkan kecerdasan lokal dan kearifan lokal, yang akhirnya dengan perpaduan kecerdasan dan kearifan lokal dari berbagai daerah membentuk kecerdasan dan kearifan nasional," jelas Anlatif. Sehingga, lanjut dia, akan terbangun pemahaman sejarah yang lebih utuh dan lengkap yang menghubungkan generasi masa kini dengan generasi masa lalu. (ari)
Biasanya Kasi Kesos Jadi PJs Kades
Fri, 31 Aug 2018 09:45:00 +0000
CILAMAUA WETAN, RAKA - Pemerintah Desa Tegalsari Kecamatan Cilamaya Wetan yang akan menghelat Pilkades 11 November mendatang nampaknya tidak perlu risau terhadap berbagai bantuan permbangunan yang tertahan dua bulan terakhir. Pasalnya, Camat Cilamaya Wetan sudah melayangkan pengajuan Penjabat Sementara (Pjs) kades kepada Bupati dari unsur PNS.

"Kita sudah ajukan satu nama, yaitu Kasie Kesos Kecamatan Amir S.pd untuk menduduki jabatan Pjs di Tegalsari. SK Bupati sampai saati ini masih dalam proses," kata Camat Cilamaya Wetan Drs. H. Hamdani. Sementara itu, Kasie Kesos Kecamatan Cilamaya Wetan, Amir mengakui bahwa dari sejumlah nama yang disodorkan dan direkomendasikan, namanya yang ternyata diajukan Camat untuk menduduki jabatan Pjs sementara di Desa Tegalsari.

Memang, di kecamatan lainpun yang dipilih untuk jabatan Pjs itu biasanya adalah Kasie Pelayanan atau Kasie Kesos, namun karena kasie Pelayanan sibuk pelayanan setiap hari dan tidak memungkinkan, sehingga pertimbangan Camat memilih dirinya, seperti yang terjadi di Kecamatan Telagasari, dimana Kasie Kesosnya juga menjabat Pjs Kades Talagasari.

Baginya, jabatan Pjs di Tegalsari ini bukan kemauannya, apalagi memang melihat kondisi pemerintahan desa yang sedang bergejolak karena mau Pilkades dan segudang bantuan yang belum turun. Tapi, karena ini amanah dan kepercayaan, kapanpun ditugaskan bupati, dirinya siap-siap saja. "Iya konon nama saya yang diajukan, gak tahu sih kapan SK itu turun," katanya.

Amir menambahkan, jabatan Pjs yang di emban di Tegalsari nanti hanya berlangsung sekitar 3 bulanan saja, karena terhitung Desember sudah ada kades baru yang definitif hasil Pilkades. Jika saatnya nanti dilantik, dirinya akan merapihkan saja administrasi dan dokumen yang selama ini menjadi kendala sejumlah bantuan infrastruktur terbengkalai.

Itupun selama BPD kondusif dan pemerintahan desa juga siap bekerjasama untuk rampungkan segala sesuatu yang menjadi hambatan selama ini. Tapi tandas Amir, dirinya enggan mengambil resiko, sebab ia hanya ingin tuntaskan kerapihan administrasi saja, soal nanti pencairan -pencairan dana, ia berharap bisa dilakukan Kades baru.

"Kita hanya ingin meredam kerapihan dan penyelamatan sejumlah administrasi saja, silahkan nanti pencairan seperti DD, ADD dan DBH misalnya, oleh Kades baru terpilih saja," ucapnhya.
Sementara itu, Mantan Sekdes Tegalsari Awang dan Mantan Kasie Pemerintahannya Ijeng yang sama-sama Nyalon Kades saat dimintai harapan dan tanggapan kaitan akan terisinya kursi Pjs Kades di Tegalsari, sampai berita ini ditulis, keduanya belum memberikan keterangan. (rud)
PKBM Tidak Takut Tersaingi SMA Terbuka
Fri, 31 Aug 2018 09:30:00 +0000
TEMPURAN, RAKA - Pendaftaran SMA terbuka untuk tahun kedua ditutup 31 Agustus ini. Sekolah yang dulunya dinamai Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) ini, disebut-sebut sempat menjadi ancaman Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang selama ini konsentrasi menggarap sekolah paket.

Meskipun demikian, keberadaan SMA terbuka yang diprakarsai Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat di 9 SMA induk di Karawang tersebut, tidak mempengaruhi jumlah siswa paket yang mendaftar ke PKBM. "Biarin saja mereka bikin SMA terbuka yang siswanya dibatasi maksimal 21 tahun usianya, jumlah siswa kita mah malah bertambah kok tahun ini. Paket saja mencapai 70 orang, bahkan ada yang sebelumnya ke SMA terbuka, pindah ke kita," Kata Pengelola PKBM Nurul Huda Purwajaya Tempuran, Dasir S.Pd.

Hal sama juga diungkapkan Ombi, Pengelola PKBM Nurul Husna Desa Pasirmukti Kecamatan Telagasari. Dirinya merasa heran, mengapa sekarang ini banyak sekali yang daftar ke Paket A, B dan C. Bahkan di PKBM yang dipimpinnya saja jumlahnya hingga mencapai 130 lebih. "PKBM sekarang sudah bukan lagi jadi alternatif, tapi memang pilihan utama di banding SMA," katnya. 

Sekretaris FPKBM Karawang Asep Lesmana mengatakan PKBM sekarang ini di Karawang benar-benar diperhitungkan, karena sistem pendidikan non formal yang sudah hampir menyamai formal ini sudah masuk Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Bahkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan UNBK sekolah paket, juga dilakukan secara online. Lebih dari itu, ada hal yang membuatnya bangga, karena walaupun paket, sekolah non formal tanpa batasan usia ini, menyita perhatian orangtua, sampai-sampai dihari pertama masuk sekolah, biasa diantarkan oleh orangtuanya. "Kita sudah dapodik, PKBM juga banyak yang proses akreditasi, sistem PPDB dan UNBK juga sudah online," kata Asep.

Ia menambahkan, geliat PKBM atau sekolah paket, baginya lebih bagus dibanding SMA terbuka yang saat ini terbukti minim peminat walaupun pengelola SMA terbuka ini berikhtiar dengan bergerilya. Memang, keberadaan SMA terbuka yang solusinya untuk peningkatan SDM pendidikan adalah tujuan bersama dan tetap diapresiasinya, namun kenyataannya kejelasan pembelajaran melalui TKB dan lainnya ini masih tidak sebagus PKBM. " Ada pengaruhnya sih, tapi sedikit. Karena kita yakin PKBM lebih baik dibandingkan SMA terbuka," ucapnya.

Sementara Pengelola SMA terbuka Telagasari Hamim S.pd mengaku belum mengkonfirmasi kepada guru pamong, berapa siswa baru di SMA terbuka yang sudah daftar. Karena, diantara pendaftar diakui Hamim, memang ada beberapa yang masih pikir-pikir karena masa belajarnya harus sampai 3 tahun. "Kemarin ada yang pikir-pikir karena sekolahnya 3 tahun, ya sekarang kan semuanya tiga tahun," katanya.

Senada itu Pengelola SMA Terbuka Lemahabang, Dede Tarja S.Kom, mengatakan sebelum penutupan pendaftar yang masuk ke SMA terbuka baru 20 orang, itupun yang sudah mengembalikan berkasnya baru 15 orang saja. Selebihnya masih menyusul karena pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke desa-desa dalam rapat Minggon. "Insyaallah sampai akhir bulan ada penambahannya, yang baru daftar sekitar 20 orang saja," pungkasnya. (rud)
Kejar Prestasi dari Ekskul Voli
Fri, 31 Aug 2018 09:15:00 +0000
KOTABARU, RAKA - Banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh siswa melalui ekskul olahraga seperti voli. Hal itu disampaikan oleh Devania Ratna Putri yang merupakan Pelatih Voli di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Kotabaru.

Menurutnya, dengan melibatkan diri dalam kegiatan ekskul olaharga voli, para pelajar akan mendapatkan banyak manfaat. Selain pengalaman dan kemampuan dalam dunia olahraga, siswa juga akan mendapatkan tamabahan nilai akademik dari sekolah. "Manfaatnya banyak sih, selain ahli dalam bidang tersebut. Mereka juga punya banyak kesempatan untuk bisa meraih prestasi," ujarnya.
Sang pelatih juga mengatakan, dengan memiliki keahlian di bidang olahraga akan mempermudah siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. "Yang saya alami sih gitu, masuk SMA jadi gampang, masuk kuliah juga gampang," akunya.

Untuk jadwal latihan ekskul voli di SMPN 4 Kotabaru, dilakukan setiap hari Selasa dan Kamis dari pukul 16.00 sampai 17.30 WIB. Saat ini diantara banyaknya siswa yang mengikuti ekskul voli, ada 3 orang kelas IX yang sudah bermain sangat bagus. "Ada 3 orang udah jadi. Spike, servis bloknya juga udah bagus banget. Kalau dilanjutin ada bakat untuk jadi atlet," ujarnya.

Sementara itu, Windi siswi kelas IXE mengaku, sangat antusias mengikuti ekskul olahraga voli. Karena, selain bisa mendapatkan nilai tambah, dengan olahraga voli juga bisa meningkatkan pertumbuhan fisiknya. "Manfaatnya bisa selalu sehat dan cepet tinggi karena kan banyak loncat," kata Windi.

Bahkan, ia juga mendapat dukungan dari orang tua untuk mengikuti ekskul voli tersebut. Sehingga walaupun pulang sampai sore ia tidak khawatir dimarahi. "Aku mah didukung sama orang tua jadi pas jadwal latihan gak takut dimarahin kalau pulang kesorean," akunya. (cr2)
Satpam Diminta Selelu Waspada
Fri, 31 Aug 2018 09:00:00 +0000
PURWASARI, RAKA - Ketertiban dan keamanan harus terus ditingkatkan oleh pihak kepolisian dan pihak yang memiliki kewenangan di bidang itu. Salah satu langkah pihak kepolisian melakukan pengamanan lingkungan adalah dengan rutin memberikan pengarahan kepada para satpam perusahaan untuk selalu siaga tanpa henti.

"Melakukan patroli di wilayah industri, dengan menyambangi dan lakukan kontrol ke PT. JPAI di wilayah Purwasari," ujar Bhabinkamtibmas Desa Mekarjaya, Polsek Purwasari Brigadir Satim.
Dalam kunjungan tersebut, sebagaimana biasanya, ia menyampaikan pesan kamtibmas kepada satpam yang berjaga. "Agar berperan serta menjaga dan memelihara Kamtibmas," ujarnya.
Adapun syarat yang paling utamanya adalah dengan selalu waspada dalam menghadapi segala tindakan kejahatan di lingkungan kerja. "Jika ada hal yang mengarah pada kriminalitas segera laporkan kepada polsek," ujarnya.

Selain itu ia juga menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk bisa berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. "Warga juga harus merasa memiliki, sehingga bisa berperan aktif dalam menjaga lingkungan," pungkasnya. (zie/tn)
Halaman Klari Zadul, Tak Ada Internet dan Tempat Duduk
Fri, 31 Aug 2018 08:30:00 +0000
KLARI, RAKA - Kondisi lapangan Kecamatan Klari terlihat sangat membosankan. Meski sering menjadi tempat kumpul para pelajar, namun sarana pendukungnya terlihat sangat minor.
Padahal sebagaimana diketahui, generasi pelajar zaman now atau yang disebut dengan generasi milenial tidak bisa jauh dari gadegt dan internet.

"Memang sangat zadul (zaman dulu), harusnya ada penataan, kayak Karangpawitan gitu," ujar salah satu tenaga pengajar di wilayah Klari Ahmad Hadibrata, kepada Radar Karawang, (30/8).
Ia menyampaikan, selain itu, untuk memikat komunitas bisa melakukan kreativitasnya dalam hal pengembangan dunia teknologi, maka harus ada internet gratis yang bisa diakses oleh para pelajar. "banyak pelajar yang sering kumpul. Harusnya ada internet gratis juga," tambahnya.

Karena, perkembangan teknologi informasi sebenarnya bisa menjadi kekuatan besar bagi generasi milenial untuk menunjukan karyanya. Diantaranya seperti melakukan jual beli online, mempromosikan hasl karya dan lain sebagainya. "Kalo orang tua zaman dulukan jarang yang ngerti internet, tapi anak zaman now sudah sangat familiar bahkan bisa menghasilkan uang," terangnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan, untuk pelayanan yang dilakukan oleh pemerintahan dan perusahaan juga selalu berbasis IT. Maka sudah saatnya generasi tua mengalah untuk bisa mendorong anak-anak muda bisa melakukan percepatan peningkatan kualitas diri. "Yang tua harus mengalah, yang muda tentu akan bisa banyak memberikan inovasi," ujarnya.

Sementara Camat Klari M Rachmat pernah menyampaikan, setiap tahun selalu mengajukan kepada pemerintah daerah untuk melakukan perehaban halaman Kecamatan Klari seperti Karangpawitan mini. (zie)
Polisi Klaim Angka Kejahatan Menurun
Fri, 31 Aug 2018 08:15:00 +0000
KOTABARU, RAKA - Jika pada tahun 2017 lalu wilayah Kotabaru sempat disebut-sebut sebagai daerah rawan karena banyaknya aksi-aksi atau kejadian pembegalan. Saat ini tingkat kriminalitas di wilayah Kotabaru semakin berkurang.

Seperti yang disampaikan Kapolsek Kotabaru, Ipda Asep Nugraha, selama beberapa bulan terakhir ini kondisi keamanan di wilayah Kecamatan Kotabaru semakin meningkat. Hal itu disebabkan gencarnya pihak kepolisian dalam melakukan patroli khususnya di beberapa titik yang dianggap rawan. "Angka kriminalitas semakin berkurang. Karena kami selalu melakukan upaya untuk meminimalisir potensi kejahatan," kata Asep, kepada Radar Karawang, Kamis (30/8).

Di tempat yang sama, Bripka Taryudin anggota unit Reskrim Polsek Kotabaru menyampaikan, selama bulan Agustus 2018 hanya ada kejadian gembos ban di by pass Jomin. Kerugian mencapai Rp70 juta, namun berhasil diungkap. "Di bulan Agustus cuma itu aja, tapi berhasil diungkap dan ditangani sama Polres Purwakarta. Kalau ranmor tidak ada," kata Taryudin.

Pada bulan Juli 2018, sambung Taryudin, pihaknya berhasil mengungkap 2 kejadian ranmor di Pucung dan Sarimulya. Jika untuk kejadian di Pucung, barang bukti berupa motor masih ada di mapolsek Kotabaru. "Kalau di bulan Juli memang masih ada kejadian ranmor, tapi itu juga sudah terungkap beberapa waktu lalu bersama dengan Polres Karawang. Bahkan barang buktinya masih ada dan ternyata pelaku adalah orang yang sama," terangnya.

Menurutnya, angka kriminalitas di wilayah Kecamatan Kotabaru akan semakin menurun. Hal itu dikarenakan gencarnya pihak kepolisian dalam melakukan cipta kondisi. "Alhamdulillah angka kriminalitas semakin berkurang. Yang ribut-ribut antar kampung juga udah nggak ada," tambahnya.
Untuk lebih meningkatkan keamanan di Kotabaru, lanjut Taryudin, pihaknya selalu berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat di masing-masing wilayah. "Selama satu bulan ini tidak ada LP, paling juga hanya laporan pengaduan secara lisan ketika ada kumpulan anak muda yang menjadi potensi tindak kriminal. "Kalau ada yang mengadukan kita langsung ke lokasi kemudian untuk menghindari potensi kejahatan kami langsung membubarkan," pungkasnya. (cr2)
Anggaran tak Jelas, Panitia Pilkades Terancam Bubar
Fri, 31 Aug 2018 08:00:00 +0000
TIRTAMULYA, RAKA - Meski tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 67 desa se-Kabupaten karawang sudah berjalan selama hampir 2 bulan. Namun belum adanya kejelasan anggaran pilkades membuat para penitia mengeluh.

Seperti yang disampaikan H. Tatang Hidayat panitia pilkades Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya. Selama hampir 2 bulan ini, pihaknya telah bekerja sebagai panitia pilkades. Namun hingga saat ini, anggaran pilkades dari pemerintah daerah belum ada kejelasan. "Kalau kerja sudah dari 2 bulan yang lalu. Tapi boro-boro honor, anggaran untuk pilkades saja belum turun," kata Tatang, kepada Radar Karawang, Kamis(30/8).

Karena keterlambatan anggaran yang diberikan pemda, dirinya bersama para panitia sampai meminjam uang untuk menutupi kebutuhan dalam menjalankan tugas di kepanitiaan. "Kemarin saya sampai pinjam uang untuk kebutuhan di kepanitiaan. Soalnya dari APBD belum turun juga," ungkapnya.

Ia berharap, pemerintah daerah segera memberikan bantuan anggaran untuk terlaksananya pilkades serentak 67 desa di Kabupaten Karawang. "Mudah-mudahan segera turun. Karena kita kerja juga butuh anggaran kan," ujarnya.

Hal senada disampaikan Saeful, Bendahara panitia pilkades Cikampek Timur, saat ini ia dan teman-teman panitia lainnya tengah kebingungan dalam melaksanakan tugas kepanitian. Hal tersebut dikarenakan belum adanya anggaran yang diturunkan dari pemerintah daerah. "Kita dan panitia juga bingung. Kalau pakai uang pribadi terus kan repot juga," singkatnya. (cr2)
Menumbuhkan Rasa Nasionalisme di Sekolah
Fri, 31 Aug 2018 07:45:00 +0000
TEGALWARU, RAKA - Selain belajar seni kegiatan ekstrakurikuler marching band juga menumbuhkan rasa disiplin. Seni yang dimaksud karena dalam marching band banyak melibatkan banyak alat musik.

Kegiatan marching band bukan cuma sebatas menciptakan kreatifitas dan mengembangkan bakat tetapi juga membentuk mentalitas tim, disamping taat dan patuh pada peraturan. Ini yang jadi modal untuk mewujudkan tim drumband yang solid dan unggul. Aktif dalam kegiatan marching band membuat siswa terus menggali bakat dan minatnya terhadap seni baris berbaris, musik dan hal yang tidak kalah penting membuat siswa bersemangat menggali bakat dan minatnya terhadap seni dan budaya Indonesia.

Karakteristik unik dari setiap daerah yang ada di Indonesia, termasuk didalamnya kebudayaan dan kesenian tradisional, dapat menjadi tema musikal yang menarik untuk dipadukan ke dalam musik dalam marching band. Baik musik, gerak tari dan budaya Indonesia dapat menjadi sumber inspirasi. “Dengan aktif di ekstrakurikuler ini juga menumbuhkan nasionalisme siswa. Selain wadah untuk berprestasi," ucap Kepala Sekolah SMP PGRI Tegalwaru H. Ujang Sahri Widodo.

Kegiatan marching band ini juga, sebutnya, diharap berfungsi sebagai penyaluran agresifitas dan emosi remaja secara positif. Selanjutnya, fungsi kesenian yakni menjembatani kekurangan pendidikan musik pada pendidikan formal di sekolah. Marching band juga berkaitan erat dengan seni tari kontemporer dan tradisional, serta fungsi sosial.

Kontribusi lain adalah bahwa marching band dapat meningkatkan kemampuan sosial dan individual seseorang. “Kami berharap melalui ekstrakurikuler marching band yang saat ini sudah terbentuk, para siswa terus berlatih dan siap mengikuti kompetisi serta meraih juara yang terbaik,” ucap Ujang. (yfn)
Pramuka Pangkalan Tidak Lagi Kemah di Sawah
Fri, 31 Aug 2018 07:30:00 +0000
PANGKALAN, RAKA - Kecamatan Pangkalan dalam waktu dekat ini akan memiliki bumi perkemahan (Buper) menyusul pembahasan yang dilakukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kamis (30/8) dengan muspika Kecamatan Pangkalan. Agenda itu dibahas saat rapat bersama di aula sekolah SMPN 1 Pangkalan.

Kadisdikpora Dadan Sugardan menyampaikan, dengan adanya rencana pengadaan bumi perkemahan di kecamatan Pangkalan bisa menjadi pusat pelatihan dan kegiatan yang biasa dilakukan pramuka dan pencinta alam. Selain bersifat mendidik, kegiatan itu juga memberikan banyak manfaat diantara sarana untuk belajar hidup mandiri. "Mudah-mudahan bumi perkemahan ini nantinya, bisa merepresentasikan Kegiatan kepramukaan dan kegiatan yang lainnya di tempat tersebut," katanya.

Camat Pangkalan Usep Supriatna di singgung dimana rencana pengajuan lokasi bumi perkemahan, cuma mengatakan plotting yang sudah direncanakan akan ditempatkan di wilayah Desa Medalsari. Dan dirinya menyambut baik dan apresiasi kepada dinas pendidikan yang sudah mengakomodir pengajuan dari Koordinator wilayah pendidikan Kecamatan Pangkalan dengan keterbutuhan areal perkemahan yang jauh lebih aman, nyaman dan baik.

"Selain kebutuhannya tempat berkemah, tempat tersebut juga dampaknya akan dapat dirasakan masyarakat sekitar. Diharapkan dengan banyaknya pengunjung atau peserta yang datang menjadikan peluang bagi pertumbuhan ekonomi warga sekitar lokasi bumi perkemahan. Masyarakat sekitar mulai dari sekarang hendaknya mempersiapkan diri dan memikirkan fasilitas pendukung seperti rumah singgah, rumah makan, warung dan sebagainya," ucapnya.

Kesejahteraan masyarakat inilah, tegas Usep sebenarnya yang menjadi intinya. Sehingga yang merasakan keuntungan dari adanya bumi perkemanahan bukan hanya warga sekitar saja, namun secara keseluruhan warga kecamatan Pangkalan juga akan merasakan dampak ekonomisnya.
Senada dengan itu,  Kasi Kesejahteraan dan sosial Kecamatan Pangkalan Ace Wiranata yang juga Ketua pelaksana kepanitiaan Bumi Perkemahan mengatakan denga adanya bumi perkemahan nantinya kegiatan - Kegiatan kepramukaan di wilayah kecamatan Pangkalan bisa terkonsentrasi. "Keberadaan bumi perkemahan akan merubah kebiasaan selama ini berkemah di sawah," tandas Ace. (yfn)
Orang Jompo Medalsari tak Dapat Balsem
Fri, 31 Aug 2018 07:00:00 +0000
PANGKALAN, RAKA - Menyedihkan. Orang-orang jompo di Desa Medalsari tidak mendapatkan program Bantuan Langsung Sementara Miskin (balsem). Ini sekaligus bukti, kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang digulirkan pemerintah lewat balsem di Kecamatan Pangkalan tidak tepat sasaran.

Tokoh masyarakat Kampung Tegal Polri Desa Medalsari Acu (44) mengungkapkan berdasarkan catatannya sedikitnya lebih dari enam orang jompo yang belum merasakan manfaat kompensasi BBM itu. Jumlah itu menurut Acu tersebar di sejumlah kampung di Desa Medalsari. "Di wilayah kami saja ada enam orang jompo yang tidak mendapatkan balsem.  Sementara tidak sedikit juga yang bertubuh sehat malah mendapatkan bantuan program pengentasan kemiskinan ini," tandas Acu, Kamis (30/8).

Bahkan Acu dengan lancar menyebutkan nama-nama orang jompo yang tidak dapat balsem itu. Masing-masing Asnemi (66), Imo (72), Asni (62), Datem (60) dan Janin (67) serta Onahi (73). Karenanya Acu berharap agar para jompo tersebut juga ikut diperhatikan pemerintah. Minimal mereka mendapatkan beras.  "Orang-orang jompo itu hidupnya serba kekurangan. Mestinya mereka ini yang diperhatikan lebih dahulu oleh pemerintah," ucapnya.

Di tempat terpisah, Wahyu (34) warga Desa Medalsari lainnya mengungkapkan hal sama. Data yang dipergunakan saat ini kurang merepresentasikan kebutuhan warga penerima. Dirinya pun berharap kepada pihak yang mendata agar lebih lengkap dan akurat agar warga yang benar-benar butuh bisa mendapatkan haknya. Dirinya menyayangkan sampai saat ini belum ada pendataan ulang agar warga penerima tepat sasaran.

"Pihak desa pun sepertinya tidak tahu. Kenapa warganya yang seharusnya mendapatkan balsem kok tidak dapat karena mereka mengacu kepada yang sudah terdata. Untuk itu, alangkah baiknya bila dilakukan pendataan ulang agar warga yang benar-benar tidak mampu bisa dapatkan haknya sebagai penerima bantuan. Jangan orang sehat dan kuat malah yang mendapatkan bantuan," jelasnya.

Kades Medalsari Amin Sarifudin disinggung ada warga jomponya yang tidak dapat balsem cuma mengatakan dirinya tidak pernah mengutak-atik data penerima bantuan tersebut. Bahkan dirinya pun beranggapan data itu bukan dari pemerintah desa. Malah dia berharap adanya pengulangan pendataan lagi. "Saya juga berharap sama supaya dilakukan pendataan ulang. Mudah-mudahan kedepan ada pemutakhiran data, sehingga bisa didapatkan data valid dan jelas," ucapnya. (yfn)
Siswa MA Al Manar Dilatih Kepemimpinan
Fri, 31 Aug 2018 06:45:00 +0000
PURWAKARTA, RAKA - Madrasah Aliyah Al Manar akan menggelar latihan dasar kepemimpinan siswa selama dua hari, 31 Agustus 2018- 1 September 2018 di aula Madrasah Al Manar yang berada di Jalan Purnawarman Timur, Kelurahan Sindangkasih, Kabupaten Purwakarta.

Kepala MA Al Manar, Insan Faozi mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan LDKS perdana di Al Manar. "Biasanya hanya diisi oleh upgreading kepengurusan, untuk saat ini perdana dengan konsep pelatihan," terang dia, saat dikonfirmasi wartawan.

Dia juga mengatakan, untuk pengelolaan latihan tersebut akan bekerja sama dengan alumni, khususnya mereka yang aktif di organasasi kemahasiswaan. "Alumni kali ini dilibatkan dalam pelaksanaan pelatihan kegiatan LDKS, khususnya untuk mereka yang aktif berorganisasi dan kebetulan masih libur kuliah," papar dia.

Dia juga berharap, kegiatan LDKS tersebut dapat memacu siswa khususnya pengurus organisasi baru untuk lebih memahami bagaimana teknis kerja organisasi. "Semoga para siswa dan pengurus organisasi bisa lebih memahami bagaimana teknis kerja organisas, sehingga bisa mempraktekannya," pungkasnya. (ris)
50 Kontingen Ikut Pentas Kreasi dan Seni PAI
Fri, 31 Aug 2018 06:30:00 +0000
PURWAKARTA, RAKA - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMP Kabupaten Purwakarta, menggelar pentas kreasi dan seni Pendidikan Agama Islam (PAI). Ada 52 kontingen yang mengikuti kegiatan ini.

"Hal ini merupakan eksistensi MGMP sarana untuk memotivasi, sharing informasi, dan peningkatan kompetensi sosial, paedagogik, spiritual dan leadership, menjawab program-program yang dilaksanakan di MGMP, baik rutin maupun insidental dan Tahunan. Ini pentas adalah program Tahunan," kata Ketua MGMP Ihat Solihat M.Ag.

Pihaknya pun berharap, dari kegiatan ini peserta didik mampu meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual.

Kepala Seksi Pendidikan Agama islam Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Purwakarta Syamsi Mufti mengatakan, peran PAI hari ini cukup berat, menyandang sebagai guru PAI, karena masyarakat ketika melihat siswa tawuran, menjadi justifikasi bahwa guru PAI tidak berhasil mendidik peserta didiknya, maka dengan adanya pentas PAI ini bukti untuk menjawab dan meminimalisir bahwa PAI itu ada. "Pentas PAI harus mencapai tingkat kecerdasan, emosional, spiritual untuk melahirakn peserta didik kita jura. Jadilah juara untuk diri sendiri, keluarga. PAI harus mampu merealisasikan pelajaran dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Kusnandar MT menyampaikan, semejak lahir manusia sudah berkompetensi. "Kita menjadi manusia pemenang, kemudian menjadi pemimpin tanggung jawab kita adalah kepemimpinan, karena segala sesuatu dari diri kita nanti akan diminta pertanggung jawaban apa yang sudah kita lakukan. Maksimalkan potensi dalam diri kita, sesunghuhnya diri kita adalah pemenangnya. Menjadi mansuia terbaik memberikan manfaat bagi banyak orang, kalah dan menang sudah menjadi biasa dalam kompetisi, terpenting kita maksimalkan sebaik-baiknya," pungkasnya. (ris)

rssfeedwidget.com